Siang senang sekali melihat kakak menikmati tetes demi tetes hujan, melihat wajah polos-nya yang gembira saat itu membuat Mama merasa ingin terhenti pada momen itu. Belum hilang ingatan siang tadi tiba-tiba malamnya (dini hari) kakak memeluk mama dan rasanya alarm buat mama untuk segera bangun mendapati tubuh kakak panas. Seketika kantuk hilang dan tubuh ini rasanya dituntun mengambil termometer. Saat kulit beradu dengan kulit mama merasakan transfer suhu panas kakak, mendengar nafas kakak yang lebih cepat dari biasanya, pantas saja suhu badan kakak sudah 39,3⁰C dan rasanya nano-nano disaat anak sakit, ada sedikit sesal karena memberikan waktu kepada kakak untuk main hujan siang tadi, "coba kalau tadi ga hujan-hujanan?pasti kakak ga demam dan tetap bisa melihat wajah ceria kakak", aaahh sudahlah semua Allah yang mengatur, pasti ada berkah dibalik ini. Bersyukur memiliki suami yang tidak suka menyalahkan (biasanya malah mama yang suka sungutnya tinggi tapi memang memberikan waktu kepada kakak untuk bermain hujan juga melibatkan papa) jadi bisa lebih tenang.
"Kak, badan kakak demam sayang mama ambilin minum hangat ya biar bisa turun demamnya?" si kakak menolak mungkin juga karena saatnya ga pas, waktu dini hari memang merupakan waktu tidur ternyenyak.Cek suhu lagi sudah naik 39,5⁰C, akhirnya ambil jalan terakhir memberikan obat antipiretik (salah satu obat yang rasanya wajib ada stocknya di rumah, tapi ingat ya mam kalau sudah lebih dari 1 bulan ganti stock dengan yang baru). Tidak seperti biasanya, memberikan obat pada kakak kali ini juga butuh perjuangan (biasanya gampil bingit mam), mungkin tambahnya usia si kakak jadi tambah pintar memilih.
Makan kakak masih normal meski harus dengan ketelatenan yang ekstra dari biasanya, dan sengaja mama buatkan bubur sum-sum (bubur beras) sekaligus buat camilan adek Althar. Alhamdulillah makan mau dan bubur pun kakak mau meski hanya sekali. Untung punya stock singkong presto (dapet dari tata=tante/adik perempuan mama) dan kakak siangnya juga minta digorengin. Dan PR mama hari itu, kakak yang biasanya rajin minum jadi ogah-ogahan minum, udah ditawarkan dbeberapa versi minum mulai dari air putih, jus, susu, sirup bahkan teh tapi tetap ga mau, padahal dari jalan-jalan mama ke blognya dr. Arifianto Apin (salah satu blog yang sering mama intipin hahaha) hal yang dikhawatirkan saat demam adalah dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) karena terbuang oleh panas. Nanti deh kapan-kapan mama Mia buat kesimpulannya mengenai demam dari hasil jalan-jalan ke blog dr. Arifianto Apin eh dr Apin juga nulis buku tentang demam kok Mama kalau mau lebih komplitnya.
Pukul 10.00 suhu tubuh Aiko naik lagi menjadi 39,7⁰C, namanya Mama meski udah baca ini iu tetap aja rasa parno terhadap demamnya tetep ada, mama nawarin kakak untuk minum tapi hanya masuk sedikit akhirnya lagi-lagi masuk obat antipiretik untuk ke dua kalinya meski setelah minum obat badannya masih tetap demam karena hanya turun sedikit jadi 39⁰C. Mama bertekad setelah ini harus sounding sama aiko lagi, saat kakak demam tapi kelihatan ga rewel mama ajak ngobrol
Mama : "Kak....kakak kan lagi demam nih
Kakak : "Iya ma..
Mama : "Tau ga kenapa Mama minta kakak minum yang banyak?"
Kakak : "Biar aiko sembuh ya ma?"
Mama : " Nah itu anak pinter tau kenapa harus minum yang banyak, kakak kalo demam mending minum air apa minum air sama obat?
Kakak : "Obat tok aja ma"
Mama : "Kalo obat aja ya ga boleh, eman-eman ginjalnya kakak, kakak tau kan kenapa pas demam suruh minum air, soalnya badan kakak panas jadi lama-lama air yang dibadan kakak habis, terus badan kakak tambah panas bisa adem kalo dikasih air"
Kakak : "Kaya kebakaran terus disiram mobil pemadam Kebakaran ya ma?"
Mama : "Nah kebakaran itu kan panas kak berarti harus disiram pakai air biar adem, kakak demam soalnya di dalam badan kakak ada yang panas. Kakak minum air anget ya tak ambilin?"
Kakak : " Iya mah, Aiko minum pa ya mah?"
Mama : " Apa aja boleh yang penting masuk airnya"
Kakak : " Sirup ya ma?"
(Manapun ambil sirup hangat, dan teng tong ga mau, kasih sedotan teng tong juga, dan minta ganti air putih, meski sedikit-sedikit)
Mama : "Diminum sayang, kalo kakak bisa minum abis Insya Allah nanti turun demamnya dan ga masuk RS nduk"
Alhamdulillah keringat langsung keluar dan kakak minta tambah air meski hanya 5 tegukan.
Kakak : "Ma, keingetnya keluar Aiko adem mah, kaya kebakaran dikasih air mobil pemadam kebakaran ya mah?"
Mama : 😆😆😆
Meski setelah dicek termometer suhunya 39,2⁰C Alhamdulillah demamnya bisa turun dan Aiko juga ga rewel jadi Mama bisa sedikit lega. Alhamdulillah lagi besok malamnya si kakak sudah suhu normal, tipsnya hanya memperbanyak air selama anak tidak rewel, cuma kalau sudah rewel atau tidak nyaman tetap berikan obat antipiretik untuk mengurangi rewel. Demam ini juga sempat memberikan terapi berendam diair hangat meski hanya sebentar takut anaknya menggigil, berendam ini bisa nembantu pori-pori terbuka dan mengeluarkan suhu demam tubuh. Sehat terus sayang.
#day14
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#KomunikasiProduktif
#kuliahbunsayiip


Tidak ada komentar:
Posting Komentar