Weekend ini si papa (pak suami) lembur dan ini merupakan Minggu ke-4, dan yang bikin nyesek lembur ini berturut-turut disetiap Minggu (lama-lama bisa bikin kewarasan emak ini menghilang). Seperti halnya weekend ini, awalnya banyak rencana ini itu yang disusun si emak, dan pada akhirnya berujung pada hasil keputusan yang dibuat kantornya papa lemburlah papa, jaaddiii waktu buat anak dan mama hanya bisa pagi saja. Kalooo si mama lagi dikasih kewarasan (semoga sealu), tetep bersyukur Alhamdulillah masih dikasih waktu buat menghabiskan waktu bersama (kayaknya kurang bersyukur ya?). Sebenarnya bukan masalah di bersyukur ataupun kurang bersyukur, ini hanya karena dari total 168 jam, waktu yang bisa disisihkan untuk keluarga ga lebih dari 25 jam, kalo mama moodnya lagi baik sih santai aja kaya di pantai nah kalo kalo pas lagi enggak bolong yah uring-uringan, kadang papa pulang kerja sembari nyiapin teh panas sambil nyodorin muka njekatut (cemberut), daannn kadang bikin emosi mama kaya rollercoaster naik turun dan paling nggak banget ngepasin si krucil lagi ga bersahabat suara bisa naik oktafnya xixixi.
Lagi-lagi belum bisa konsisten dalam menyelesaikan tantangan KomProd, masih melakukan rapel merapel, padahal dihari sebelumnya sudah menyemangati diri untuk konsisten, apalah daya menidurkan anak (ngeloni bahasa jawanya) sembari mengASIhi selalu menjadi tantangan tersendiri untuk tetap terjaga disaat badan terasa loyo. Hari ke-4 tantangan KomProd semakin bisa merasakan magic of KomProd, awal mendapatkan tugas KomProd ingin mengubah gaya komunikasi diwaktu makan kakak Aiko, menurut mama susahnya kakak Aiko makan salah satu faktornya dari cara komunikasi mama selama ini yang terkesan memaksa dan mengancam, jadi mam KomProd ini bisa coba diterapkan, karena mama bisa sekali membedakannya (meski makan kakak Aiko belum lahap) tapi ada beberapa perbedaan yang terlihat jelas diwaktu makan :
- Ekspresi kakak Aiko lebih sumringah dan ini secara langsung mempengaruhi moodnya,
- Merasa diakui, karena kendali makan ada di kakak Aiko,
- Merasa lebih percaya diri, merasa mampu menyelesaikan makan dan itu bikin doi happy,
- Kakak Aiko kadang minta makan, yeeeaayy..
Dan selama ini selalu terbalik-balik, berharap pada kakak Aiko bisa makan lahap, pipis tidak ditahan, bisa bermain dengan adiknya dengan baik, ternyata seharusnya kita yang memahami mereka dan bisa memberikan kepercayaan pada anak bahwa anak "mampu" dengan Komunikasi Produktif hal ini Mama yakin bisa diwujudkan. Memangnya dalam waktu 3 hari si mama sudah bisa menerapkan? Belum sepenuhnya, ada beberapa aktifitas yang mulus-mulus saja menerapkan KomProd dan biasanya kegiatan-kegiatan yang sudah lama diterapkan semenjak kakak Aiko kecil, membuang sampah pada tempatnya saking tertibnya setiap menemukan sampah yang tidak dibuang pada tempatnya doi selalu bilang "Mah tu orangnya buang sampah sembarangan, kan ga boleh ya Ma", atau membereskan mainan setelah bermain (yang ini kadang bolong apa lagi kalo kakak udah mulai kantuk, baru dibersihkan setelah bangun tidur dengan perjanjian dahulu biasanya) tapi ada beberapa juga yang masih membutuhkan usaha keras seperti yang sudah Mama tulis sebelumnya, dan faktor utama penyebabnya adalah gaya bahasa Mama yang akhirnya membuat kakak Aiko trauma ataupun menjadi defense, mari merubahnya meski Mama tahu hal ini bukan hal mudah tapi pasti tetap bisa diusahakan. Basic pola asuh yang mama terima saat anak-anak sering sesekali membuat ini menjadi lebih sulit, hanya bisa menahan sekencang-kencangnya agar emosi ini tidak keluar, karena kalau keluar rasanya sesal bergelayut seperti menyusun balok sudah tinggi kemudian roboh, dan kita harus mendirikannya kembali dari awal. Semoga bisa terus belajar dan konsisten menggunakan komunikasi produktif karena seharusnya kita memahami mereka (anak) dan bukan kita yang minta dipahami. Mengambil kata-kata di materi BunSay IIP level 1 Komunikasi Produktif.
"Kita pernah menjadi anak-anak, tetapi anak-anak belum pernah menjadi orangtua, sehingga sudah sangat wajar kalau kita yang harus memahami mereka"
tantangan hari ke-4 ini berusaha menggunakan KomProd dalam membersamai si kakak Aiko 3y9m dan adek Althar 9m, lha memangnya adek udah paham ya mama? secara komunikasi dua arah pastinya adek belum paham namun KomProd bisa digunakan untuk sounding karena mama Mia percaya banget "power of sounding". Adek Althar lagi suka kolohan (memasukan jari ke mulut) liurpun banyak yang menetes sepertinya mau tumbuh gigi lagi, bagi busui (ibu menyusui) hal ini jadi moment yang ngeri ngeri sedap bikin dag dig dug, was-was kalo sewaktu-waktu si bayi mengigit disaat nenen. Meski tidak setiap waktu nenen mama melakukan sounding (waktu kakak Aiko dulu mama semangat banget soundingnya karena setiap nenen dan hasilnya sampai kakak Aiko lepas ASI tidak ada drama gigit menggigit yyeeeaayy benar-menar mengASIhi itu menyenangkan), mungkin karena itu juga sejak tumbuh gigi adek Althar pernah menggigit 2 atau 3 kali, untuk menghindari gigitan itu mama mulai sounding adek Althar lagi "adek sayang kalo nenen dikenyot aja ya, kan anak pinter biar adek bisa nenen sampai 2 tahun, oke ya sayang" atau kadang juga " nenennya yang pinter ya sayang, kalau adek gigit nanti nenen mama sakit ga bisa nenenin adek dong", dan pernah disaat menggigit meski rasannya luar biasa mama mencoba bilang ke adel Althar "Adek nenennya dikenyot sayang, ayo dong anak pinter" dan apa yang dilakukan si Adek mam, si Adek senyum sambil melepas gigitannya dan kembali ngenyot, wuiihh emak ini happy banget. Semoga mengASIhi ini selalu menyenangkan.
Kalo kakak, sebelumnya mama sering sekali membatasi kakak dan lebih mengarahkan ke hal yang menurut mama lebih baik, hari ini mama mencoba bernegosiasi dengan diri dan belajar melonggarkan simpul itu selama aktifitas yang kakak lakukan tidak membahayakan diri kakak, keluar dari norma agama maupun batasan hukum, dan cara ini mama anggap ampuh untuk meminimalisir emosi meletup-letup yang dapat membuat nada suara meninggi. Benar si kakak lebih happy, selalu ingin memperlihatkan bahwa dia bisa seperti saat loncat dari kursi " ma sini ma Kakak bisa loncat dari sini lo" atau tanpa ditanya mau pipis atau engga si kakak bilang "Mah kakak mau pipis, nih celannya ga ada pipisnya (sambil buka celananya sendiri), Kakak pinter kan ma?". Semoga mama selalu bisa menjaga emosi dan hati untuk membersamaimu ya nak. Selalu dan selalu belajar padamu nak.
Kalo kakak, sebelumnya mama sering sekali membatasi kakak dan lebih mengarahkan ke hal yang menurut mama lebih baik, hari ini mama mencoba bernegosiasi dengan diri dan belajar melonggarkan simpul itu selama aktifitas yang kakak lakukan tidak membahayakan diri kakak, keluar dari norma agama maupun batasan hukum, dan cara ini mama anggap ampuh untuk meminimalisir emosi meletup-letup yang dapat membuat nada suara meninggi. Benar si kakak lebih happy, selalu ingin memperlihatkan bahwa dia bisa seperti saat loncat dari kursi " ma sini ma Kakak bisa loncat dari sini lo" atau tanpa ditanya mau pipis atau engga si kakak bilang "Mah kakak mau pipis, nih celannya ga ada pipisnya (sambil buka celananya sendiri), Kakak pinter kan ma?". Semoga mama selalu bisa menjaga emosi dan hati untuk membersamaimu ya nak. Selalu dan selalu belajar padamu nak.
#day4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#KomunikasiProduktif
#kuliahbunsayiip


Tidak ada komentar:
Posting Komentar