Halaman

Sabtu, 04 November 2017

Komunikasi Produktif Day 2


  
Hari ini Mauk ke hari-2 tantangan Komunikasi Produktif (KomProd) Institut Ibu Profesional (IIP). Dan seharian tadi Mama, kakak Aiko dan Adek Al main ketempat eyang uti (Titi kalo si kakak manggil). Kemarin dapat kabar kalo Titi nafasnya sesak karena Jantungnya kambuh (biasanya) kalo ada cucu-cucu yang main ke sana bisa jadi mood booster dan bikin Titi happy. Dan benar-benar seharian lo karena kesana sekalian ngikut papa berangkat kerja, dan pulangnya nunggu papa pulang kerja jadi waktu makan kakak full ada di rumah Titi.


Di sana sudah ada mba Naura (2y2m) sepupu Aiko (anaknya kakaknya Mama), dan mba Naura ini punya sifat gampang tantrum. Balik lagi ya ke cerita KomProd disaat makannya si Kakak, dari malam sebelumnya saat mau tidur Mama sudah sounding si Kakak dan minta maaf atas sikap Mama sebelumnya diwaktu makan sore td, dan bercerita kalau esok mau main ke Rumah Titi karena Titi lagi sakit, si kakak girang (secara tiap-tiap harinya hanya berkegiatan di Rumah) ga emak ga anak acara keluar rumah berasa piknik xixixi. Dan buat kesepakatan (kakak sedikit pilek) nanti di tempat Titi makannya yang gpang dan lahap biar cepet sehat dan bisa jalan-jalan lagi waktu libur weekndnya papa, si kakak iya-iya aja meski ga ketinggalan sounding besok musti bangun pagi, mandi agar cukup waktu nebeng papa berangkat kerja dan malam itu ditutup dengan doa kemudian doi tidur. Semoga sounding ini membuahkan hasil.


Membuat Suasana Makan Happy
Kalau diajak main si anak wedok moodnya baik banget, efek jarang keluar rumah kali ya xixixi. Mama nyiapin makan (bekal sarapan dari rumah) si kakak sudah asik sama Titi n mba Naura.
Mama : Kak mama siapin makan dulu ya buat adek, mama dan Kakak ya
Kakak : (si kakak Aiko ngangguk dan mama cuzz mondar mandir siapin makan buat Mama, kakak n adek)
Mama : Ayuh sayang udah siap nih, makan yang gampang ya biar sehat (mulai semalam si kakak pilek)
Kakak : Biar sehat ya Ma?
Mama : Iya biar sehat, kalau ga mau pilek harus maem yang banyak dan bergizi, minum yang banyak, istirahat dan maem buah.
Kakak : Iya mah kalau sehat bisa jalan-jalan pas papa libur ya?
Mama : He’eh (sembari nyuapin si Kakak)
(gaya makan si kakak kali ini tetap sama sebenarnya, tetap mengunyah sedikit lama, minta minum meski sebetulnya belum butuh dan kurang lahap tapi si mama berencana memberi waktu makan 30menit habis atau tidak habis berhenti tanpa memaksa, menaikan nada atau merubah ekspresi muka). Disaat kakak mengunyah makanan tiba-tiba batuk dan ada sebagian makanan keluar dari mulut.
Mama : Kenapa sayang kok batuk? (membersihkan makanan yang keluar tanpa merubah ekspresi dan nada suara)
Kakak : Aiko kenyang mah
Mama : Okey kakak udah kenyang ya, sarapannya selesai ya nanti siang makannya lebih lahap ya sayang (nasi dipiring belum habis masih ada sisa sedikit)
Kakak : Okey Mama, aiko makannya gampang ya (wajahnya sumringah)
Mama : Alhamdulillah maemnya kakak nasinya tinggal sedikit, kalau nanti siang maemnya habis lebih hebat lagi.
Kakak : Okey ma (lanjut main sama mba Naura)

Makan siang dan makan malam di rumah Titi pun tanpa kendala dan naiknya nada suara si mama (berasa nyanyi aja xixixi). Biasanya kalau gesture si kakak sudah agak malas makan si Mama biasanya pake jurus gini bertanya sama kakak Aiko, “Nih kak maemnya tinggal sedikit, kakak mau berapa suap lagi, 2,3,4 atau 5?”, meskipun si kakak seringnya pilih 2 suap meski pernah sekali dua kali pilihnya 3 atau 4 suap xixixi, tapi lumayanlah bisa bikin semangat makannya si kakak balik.


Tantangan KomProd ini mama gunakan selain agar pesan yang ingin disampaikan bisa sampai ke kakak Aiko dengan baik juga untuk meminimalisir trauma makan si Kakak. Harapan mama dengan menggunkan gaya KomProd yang lebih baik akan menciptakan suasana makan yang lebih menyenangkan dan kakak Aiko dapat merasakan waktu makan yang menyenangkan. Di hari ke-2 tantangan KomProd ini ada beberapa gaya komunikasi yang digunakan mama agar bahasa yang digunakan bisa sampai ke Kakak Aiko, mengutip penjelasan dari materi Institut Ibu Profesional ya mama, biar mama yang belum gabung dengan IIP jadi tahu :


  1. Keep Information Short & Simple (KISS)
    Gunakan kalimat tunggal, bukan kalimat majemuk
    ⛔Kalimat tidak produktif :
    “Nak, tolong setelah mandi handuknya langsung dijemur kemudian taruh baju kotor di mesin cuci ya, sisirlah rambutmu, dan jangan lupa rapikan tempat tidurmu.

    ✅Kalimat Produktif :
    “Nak, setelah mandi handuknya langsung dijemur ya”  (biarkan aktivitas ini selesai dilakukan anak, baru anda berikan informasi yang lain)
  2. Kendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah
    Masih ingat dengan rumus 7-38-55 ? selama ini kita sering menggunakan suara saja ketika berbicara ke anak, yang ternyata hanya 7% mempengaruhi keberhasilan komunikasi kita ke anak. 38% dipengaruhi intonasi suara dan 55% dipengaruhi bahasa tubuh
    ⛔Kalimat tidak produktif:
    “Ambilkan buku itu !” ( tanpa senyum, tanpa menatap wajahnya)

    ✅Kalimat Produktif :
    “Nak, tolong ambilkan buku itu ya” (suara lembut , tersenyum, menatap wajahnya)

    Hasil perintah pada poin 1 dengan 2 akan berbeda. Pada poin 1, anak akan mengambilkan buku dengan cemberut. Sedangkan poin 2, anak akan mengambilkan buku senang hati.
  3. Katakan apa yang kita inginkan, bukan yang tidak kita inginkan
    ⛔Kalimat tidak produktif :
    “Nak, Ibu tidak ingin kamu ngegame terus sampai lupa sholat, lupa belajar !”

    ✅Kalimat produktif :
    “Nak, Ibu ingin kamu sholat tepat waktu dan rajin belajar”

  4. Fokus ke depan, bukan masa lalu
    ⛔Kalimat tidak produktif :
    “Nilai matematikamu jelek sekali,Cuma dapat 6! Itu kan gara-gara kamu ngegame terus,sampai lupa waktu,lupa belajar, lupa PR. Ibu juga bilang apa. Makanya nurut sama Ibu biar nilai tidak jeblok. Kamu sih nggak mau belajar sungguh-sungguh, Ibu jengkel!”

    ✅Kalimat produktif :
    “Ibu lihat nilai rapotmu, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ada yang bisa ibu bantu? Sehingga kamu bisa mengubah strategi belajar menjadi lebih baik lagi”
  5. Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan
    Berikanlah pujian dan kritikan dengan menyebutkan perbuatan/sikap apa saja yang perlu dipuji dan yang perlu dikritik. Bukan hanya sekedar memberikan kata pujian dan asal kritik saja. Sehingga kita mengkritik sikap/perbuatannya bukan mengkritik pribadi anak tersebut.
    ⛔Pujian/Kritikan tidak produktif:
    “Waah anak hebat, keren banget sih”

    “Aduuh, nyebelin banget sih kamu”

    ✅Pujian/Kritikan produktif:
    “Mas, caramu menyambut tamu Bapak/Ibu tadi pagi keren banget, sangat beradab, terima kasih ya nak”

    “Kak, bahasa tubuhmu saat kita berbincang-bincang dengan tamu Bapak/Ibu tadi sungguh sangat mengganggu, bisakah kamu perbaiki lagi?”
  6. Ganti kalimat yang Menolak/Mengalihkan perasaan dengan kalimat yang menunjukkan empati
    ⛔Kalimat tidak produktif :
    "Masa sih cuma jalan segitu aja capek?"

    ✅kalimat produktif :
    “kakak capek ya? Apa yang paling membuatmu lelah dari perjalanan kita hari ini?”
  7. Ganti perintah dengan pilihan
    ⛔kalimat tidak produktif :
    “ Mandi sekarang ya kak!”

    ✅Kalimat produktif :
    “Kak 30 menit  lagi kita akan berangkat, mau melanjutkan main 5 menit lagi,  baru mandi, atau mandi sekarang, kemudian bisa melanjutkan main sampai kita semua siap berangkat


#day2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar