Hai Mama ketce….
Sedih karena anak masih sakit? Iya pastinya, saat anak sakit ibu mana yang enggak merasa sedih, bahkan terkadang rasanya ada perasaan yang muncul “mending emaknya aja yang sakit dari pada anaknya” meski ga boleh ya mam, ini mah perasaan emak yang lagi galau, harusnya tetap berdoa mohon disehatkan semuanya. Tapi perasan Mama ga bisa berbohong, perasaan bersalah, gelo (kecewa) pasti muncul disaat-saat seperti ini, banyak perasaan yang berkecamuk “seandainya ini dan seandainya itu” intinya mah yang keluar penyesalan semua. Harusnya disyukuri ya mam, berarti Allah masih memberikan nikmat kepada kita, toh Allah ga akan memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuan umatnya, noted.
Dan di satu sisi juga sedikit merasa bersalah terhadap Kakak Aiko, karena selama adek Al sakit Mama tidak bisa membersamai dengan maksimal. Seperti hari ini adek Al masih saja minta perhatian Mama secara eklusif, posisi nenen aja mintanya berdiri tanpa selendang, woaaa untuk mamanya seterong banget jadi kuat berjam-jam ngoyan ayunin si adek yang BB nya 9kg, terus si kakak, si kakak Mama ijin untuk main sendiri dan pas adek bisa disambi nanti bisa main jual-jualan seperti biasanya.
Bersyukur sekali ikut kelas Ibu Profesional, kemandirian Kakak semakin meningkat setelah kami melewati tantangan kemandirian, yang awalnya hanya kemandirian untuk mandi, lanjut makan dan lainnya. Saat adek sakit dan kakak sudah bisa makan sendiri menjadi suatu hal yang Mama syukuri, seperti sekarang ini, tugas Mama hanya menyiapkan karena tempat lauk yang masih belum disesuaikan dengan tinggi badan Kakak Aiko.
Mama selesai menggoreng ayam untuk makan siang kakak Aiko, dan ijin masuk kamar untuk menemani adek tidur, mungkin karena kurang tidur Mama jadi ikut ketiduran dan tiba-tiba ada suara Kakak berbisik “Mah kalo adek udah tidur nanti Mama main sama Aiko ya” sambil jari telunjuknya ada di depan mulutnya tanda Mama menjawab dengan pelan, meski pelan si adek tetap ikut bangun mungkin karena lagi ga enak badan jadi tidurnya tidur ayam. Adek bangun dengan rengekan, dan Mama ijin untuk menenangkan adek dan berjanji setelahnya akan bermain jual-jualan. Dan permainan jual-beli tidak bertahan lama karena si adek minta digendong sambil nenen, berbeda dengan kakak Aiko kalo adek Al saat sakit dikit aja pasti rewel minta gendongan dengan posisi sesuai suasana hatinya, kalo Kakak saat sakit diem dan suka tiduran.
Mama lihat Kakak mengambil mainan katalog swalayan yang masih belum dipotong-potong, memang beberapa hari ini kakak Aiko lagi suka menggunting katalog dan dikumpulkan, kalau lagi gunting-gunting sesukanya (biasanya Mama bilangin “kalo lebih rapi mesti lebih bagus” cuma buasanya bikin mood Kakak jelek dan ujung-ujungnya berhenti aktivitas nya) tapi kalo tanpa komentar ya pasti betah lama, yang biasanya nguntit Mama dan adek ngapain pun, misalpun Mama ngelonin adek pasti Kakak ikut tiduran disebelahnya kecuali kalau lagi ada aktivitas yang dia suka, dan pas ngikut tiduran ya akhirnya ikut tidur juga si kakaknya. Tiap produk dipotong sesuai kotak-kotaknya, dan dikumpulkan di kardus untuk bermain jual beli seperti Indomaret atau Alfamart meski penampakannya lebih terlihat seperti sobekan kertas yang siap dibuang ha-ha-ha. Saat Mama keluar kamar, si kakak siap-siap menagih janji untuk bermain jual beli, meski hanya sebentar karena tahu adek akan bangun sebentar lagi tapi hayuk ajalah.
#harike7
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahBunSayIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar