Assalamualaikum……
Masuk ke day 4, semakin keren yang dibahas berkaitan dengan fitrah seksualitas. Meski tidak dengan full team karena ada 2 orang anggota team berhalangan karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan dan satunya karena baru jadi new mommy tidak membuat team ini sepi, bahkan meski mendapat jatah hari libur tidak membuat surut teman-teman mengikuti diskusinya.
Share materi pagi hari, menerima pertanyaan sampai dengan siang hari, membuat teman-teman bisa terlebih dahulu intip-intip permasalahan apa yang difokuskan oleh kelompok 3. Kelompok 3 mengangkat atau memfokuskan tentang penyimpangan fitrah penyuka sejenis atau LGBT. Di dalam share materi sebelumnya sebenarnya sudah ada pertanyaan yang sudah muncul di dalam kelompok dan sudah disajikan, tapi ini tidak menyurutkan teman-teman lain mengikuti asyiknya materi yang diberikan.
Diawal presentasi materi, pemateri sudah tidak menjelaskan materi kembali tapi kami malah disuguhkan dengan beberapa gambar tokoh perfilman baik dari luar maupun dalam negri, sebagai berikut :
Dan diberikan kondisi riil mengenai LGBT sekarang di Indonesia.
Teman-teman yang mengikuti diskusi diajak bermain tebak-tebakan, dan ini benar-benar efektif, seakan kami diajak fokus kembali ke materi namun dengan cara yang menyenangkan. Penjelasan materi yang interaktif membuat suasana semakin hidup dan membuat yang belajar jadi tidak bosan. Bahkan peran setiap anggota tim juga dibuat merata.
Meski diawal sudah disajikan pertanyaan dan jawaban, namun pertanyaan mengenai fokus tema yang dibawakan tetap muncul. Pertanyaan mengenai kasus yang terjadi membuat perbincangan dan diskusi menjadi semakin menarik. Pemberi jawaban bukan hanya dari tim penyaji materi bahkan teman-teman yang lainpun ikut masuk dalam diskusi dan memberi jawaban dari sudut pandangan mereka dan apa yang mereka ketahui.
Berikut materi yang disajikan, pertanyaan dan jawaban yang menghangatkan diakusi.
Pertanyaan dan diskusi :
Pertanyaan dari Mba Puji Hidayati
Sy pny teman laki2 sdh menikah, kdg2 suka curcol japri ke saya. Curcolnya agak jujur gtu. 🤭🤭
Jadi gni,klo menurut sy dia itu type org yg suka berteman dg siapapun tak pandang2. Cm hny sj saat berteman dg teman laki2nya (yg dianggap khusus) sebutan kedia itu BF. Awalnya dia ngejelasin BF y best friend. Tp suatu saat ad yg bkin ak janggal,dia telfon2an dg teman laki2ny (kebetulan dload speaker) sy denger ada sapaan kata "sayang", "say" gtu. Prnh WA ke saya jg isinya "say, lg ngapain". PdhlbBahasa dia ke sy gak begitu bngt, tak bales, katanya salah kirim. Sy jd semakin curiga dan merasa kasihan jg. Bagaimana dg istrinya. Tahukah?
Yg sy tanyakan,,
🌱 pertemanan yg sprt itu kira2 trmsuk penyimpangan fitrah seksual gak?
🌱 bagaimana cara sy meluruskannya? Perlukah sy cerita kpd istrinya? Sy kasihan pd istrinya, biar dia tau dan jg bantu meluruskan…
Jadi gni,klo menurut sy dia itu type org yg suka berteman dg siapapun tak pandang2. Cm hny sj saat berteman dg teman laki2nya (yg dianggap khusus) sebutan kedia itu BF. Awalnya dia ngejelasin BF y best friend. Tp suatu saat ad yg bkin ak janggal,dia telfon2an dg teman laki2ny (kebetulan dload speaker) sy denger ada sapaan kata "sayang", "say" gtu. Prnh WA ke saya jg isinya "say, lg ngapain". PdhlbBahasa dia ke sy gak begitu bngt, tak bales, katanya salah kirim. Sy jd semakin curiga dan merasa kasihan jg. Bagaimana dg istrinya. Tahukah?
Yg sy tanyakan,,
🌱 pertemanan yg sprt itu kira2 trmsuk penyimpangan fitrah seksual gak?
🌱 bagaimana cara sy meluruskannya? Perlukah sy cerita kpd istrinya? Sy kasihan pd istrinya, biar dia tau dan jg bantu meluruskan…
Jawaban pertanyaan 1
- Miradita
Mencoba menanggapi ya mba...
Menurut saya terkadang masyarakat kita masih terlalu membeda2kan.
Ketika 2 orang perempuan berteman panggil "say, beib... dll" *itu normal*
Kalo laki2 sepertinya tabu yang begitu... bisa jadi sebenarnya sama saja, tapi karena stigma di masyarakat jadi terkesan kurang pantas.
Termasuk penyimpangan fitrah seksual atau tidak? Kita tidak bisa hanya melihat dari nama panggilan khusus aja, harus dilihat juga gaya pertemanannya seperti apa? Menurut mba Puji apakah itu berlebihan untuk pertemanan antara 2 orang laki2 seperti itu.
Kemudian untuk masalah istrinya... ini yang sulit ya, karena menurut saya bukan wewenang kita untuk ikut campur urusan RT orang, tapi disisi lain mbak Puji menjadi tempat curhat dan menurut mbak "ada sesuatu yang kurang etis" terjadi disini.
Saran saya coba ngobrol pelan-pelan dengan istrinya, coba lihat dulu sudut pandang sang istri bagaimana. Jangan langsung main beberkan fakta soal suami, dimana menurut saya belum tentu ada sesuatu yang tidak patut terjadi disini
- Puji Lestari
Sy mencoba menambahi jawaban dr @Miradita , sy punya saudara yang juga begini mbak puji,masih sepupu..kalau manggil temennya cin,say..pdhl sesama lelaki,gayanya emang agak "melambai" tp secara fitrah seksualitas dia normal,dia sudah punya istri dan 2 anak..karena istrinya tau dr awal kalau suaminya seperti itu ya dia terima saja dan alhamdulillah sampai sekarang rumah tangganya harmonis sudah sekitar 11 tahun mereka menikah
Untuk poin kedua, sy sepakat dengan mbak @Miradita 😁
-Sri Indahyani
Berbicara fitrah seksualitas, kita berbicara mengenai bagaimana *cara pikir, cara merasa dan cara bertindak* sesuai dengan gendernya laki-laki sejati atau perempuan sejati.
Apakah salah bila seorang laki2 memanggil sayang atau say dengan temannya sesama lelaki? Mungkin sebagian ada yg bilang salah atau justru tidak, selama panggilan sayang itu hanya sebatas panggilan hanya dlm tuntutan pekerjaan misalnya. Tapi, siapa yg bisa menjamin? Lingkungan adalah faktor yang besar pengaruhnya.
Sebagai org dewasa/ortu kita dituntut utk mjd contoh yg benar dan baik agar anak bisa tegas menyatakan dirinya sebagai lelaki tulen atau perempuan tulen.
Apakah pertemanan seperti itu menyimpang? Tidak bs juga kita langsung menilai ini menyimpang tanpa ditunjang info2 valid lainnya. Atau tanpa kita tahu apakah maksud dr si teman ini dengan sebutan sayang.
Bagaimana cara meluruskannya? Selama kita blm tahu persis apa yg terjadi, tidak salah sampaikan saja langsung ke temannya bahwa kita merasa ga nyaman, risih atau janggal dengan gaya dia, menyebut dan menggunakan kata sayang ke teman lelakinya. Cari tau alasannya mengapa menggunakan kata tersebut. Nah, bila dari alasannya kita sdh dapat menyimpulkan bahwa ada yang salah, silahkan sarankan teman ke ahlinya.
- Miradita
Mencoba menanggapi ya mba...
Menurut saya terkadang masyarakat kita masih terlalu membeda2kan.
Ketika 2 orang perempuan berteman panggil "say, beib... dll" *itu normal*
Kalo laki2 sepertinya tabu yang begitu... bisa jadi sebenarnya sama saja, tapi karena stigma di masyarakat jadi terkesan kurang pantas.
Termasuk penyimpangan fitrah seksual atau tidak? Kita tidak bisa hanya melihat dari nama panggilan khusus aja, harus dilihat juga gaya pertemanannya seperti apa? Menurut mba Puji apakah itu berlebihan untuk pertemanan antara 2 orang laki2 seperti itu.
Kemudian untuk masalah istrinya... ini yang sulit ya, karena menurut saya bukan wewenang kita untuk ikut campur urusan RT orang, tapi disisi lain mbak Puji menjadi tempat curhat dan menurut mbak "ada sesuatu yang kurang etis" terjadi disini.
Saran saya coba ngobrol pelan-pelan dengan istrinya, coba lihat dulu sudut pandang sang istri bagaimana. Jangan langsung main beberkan fakta soal suami, dimana menurut saya belum tentu ada sesuatu yang tidak patut terjadi disini
- Puji Lestari
Sy mencoba menambahi jawaban dr @Miradita , sy punya saudara yang juga begini mbak puji,masih sepupu..kalau manggil temennya cin,say..pdhl sesama lelaki,gayanya emang agak "melambai" tp secara fitrah seksualitas dia normal,dia sudah punya istri dan 2 anak..karena istrinya tau dr awal kalau suaminya seperti itu ya dia terima saja dan alhamdulillah sampai sekarang rumah tangganya harmonis sudah sekitar 11 tahun mereka menikah
Untuk poin kedua, sy sepakat dengan mbak @Miradita 😁
-Sri Indahyani
Berbicara fitrah seksualitas, kita berbicara mengenai bagaimana *cara pikir, cara merasa dan cara bertindak* sesuai dengan gendernya laki-laki sejati atau perempuan sejati.
Apakah salah bila seorang laki2 memanggil sayang atau say dengan temannya sesama lelaki? Mungkin sebagian ada yg bilang salah atau justru tidak, selama panggilan sayang itu hanya sebatas panggilan hanya dlm tuntutan pekerjaan misalnya. Tapi, siapa yg bisa menjamin? Lingkungan adalah faktor yang besar pengaruhnya.
Sebagai org dewasa/ortu kita dituntut utk mjd contoh yg benar dan baik agar anak bisa tegas menyatakan dirinya sebagai lelaki tulen atau perempuan tulen.
Apakah pertemanan seperti itu menyimpang? Tidak bs juga kita langsung menilai ini menyimpang tanpa ditunjang info2 valid lainnya. Atau tanpa kita tahu apakah maksud dr si teman ini dengan sebutan sayang.
Bagaimana cara meluruskannya? Selama kita blm tahu persis apa yg terjadi, tidak salah sampaikan saja langsung ke temannya bahwa kita merasa ga nyaman, risih atau janggal dengan gaya dia, menyebut dan menggunakan kata sayang ke teman lelakinya. Cari tau alasannya mengapa menggunakan kata tersebut. Nah, bila dari alasannya kita sdh dapat menyimpulkan bahwa ada yang salah, silahkan sarankan teman ke ahlinya.
Pertanyaan lanjutan dari mba Puji Hidayati
Yupz mba. Saya paham. Dicari dlu kepastiannya y mba,,☺
Tp ini ya mba ANDAIKATA, dikemudian hari sy menemukan sesuatu kejanggalan (misal kyk mengarah ke Gay gtu) tindakan apa yg hrs sy lakukan,agar dia gk salah terus2an?
Tp ini ya mba ANDAIKATA, dikemudian hari sy menemukan sesuatu kejanggalan (misal kyk mengarah ke Gay gtu) tindakan apa yg hrs sy lakukan,agar dia gk salah terus2an?
Jawaban Mba Indah Laras
Ijin nanggapin ya mba ... kalo saya tipikal orang yang langsung bicara ke yg bersangkutan. Apalagi pertemanan mb Puji cukup dekatkan?
Seperti yg sdh sampaikan di jawaban, sampaikan langsung saja mba kalau kita merasa aneh atau risih dn sikapnya. Sampaikan dengan baik2 dan tawarkan bantuan untuknya, seperti yg disarankan mb Ririt
Ijin nanggapin ya mba ... kalo saya tipikal orang yang langsung bicara ke yg bersangkutan. Apalagi pertemanan mb Puji cukup dekatkan?
Seperti yg sdh sampaikan di jawaban, sampaikan langsung saja mba kalau kita merasa aneh atau risih dn sikapnya. Sampaikan dengan baik2 dan tawarkan bantuan untuknya, seperti yg disarankan mb Ririt
Ijin menambahi jawaban dr mbak @INDAH Laras ttg pertanyaan mbak @Puji Hidayati
Sy sepakat dengan pendapat mbak indah, klo pertemanan mbak puji sudah dekat dengan dia,bolehlah ditegur langsung dengan kata2 yang baik,sampaikan tawaran bantuan kepadanya, seperti dalam islam sendiri kan kalau kita melihat suatu kemungkaran maka kita wajib mencegahnya, kalo mampu dengan tindakan, klo tidak mampu dengan lisan, dan klo dg lisanpun tidak mampu maka cukup mendoakan dengan hati agar orang itu segera sadar.
Sy sepakat dengan pendapat mbak indah, klo pertemanan mbak puji sudah dekat dengan dia,bolehlah ditegur langsung dengan kata2 yang baik,sampaikan tawaran bantuan kepadanya, seperti dalam islam sendiri kan kalau kita melihat suatu kemungkaran maka kita wajib mencegahnya, kalo mampu dengan tindakan, klo tidak mampu dengan lisan, dan klo dg lisanpun tidak mampu maka cukup mendoakan dengan hati agar orang itu segera sadar.
Tanggapan dari peserta lain dengan pengalaman kasus yang sama (Mba Marita) dari pertanyaan 1
Saya nambahi cerita pengalaman saja yaa...
Jadi Saya Punya Dua teman laki2.. mereka ini sahabatan. Sebut saja A dan B. Suatu Hari kami mendapat suatu fakta kalau B pernah mengalami kekerasan seksual di waktu kecil hingga menyebabkan dia menjadi SSA (same sex attraction).
Smp sekarang pun si B belum menikah.
Si A sbg sahabat ingin menolong. Ingin narik Si B agar bs jadi lelaki normal sesuai fitrahnya. Masuklah ke circle pertemanan si B.
Hasilnya?
Si A justru "tertular". Kalau dirunut si A ini memang kurang vitamin A alias sosok ayah.. ibunya yang lebih banyak berperan. Jadilah kemudian si A menjadi SSA. Tapi dia bilang im not homo, im biseks. Sama laki oke sama wanita oke.
Lama2 gesture, Cara ngomong berubah.. kemayu, pakai panggilan say say begitu. Tapi di depan ibunya, dia bs berubah menjadi sosok laki2 yang lakii banget.
Si A ini akhirnya menikah.. Punya anak 2. Istrinya pun berhijab lebar. Bahkan fyi si A ini aktivis rohis, Dan yang support Saya pakai hijab pertama Kali. But setiap Saya lihat postingan IG nya.. bs ngerasain dia blm sembuh benar meski sudah beranak istri.
Hati2 sama lingkungan.. apalagi lingkungan ngegym.. bahaya bangeeet.
Beneran pelakor nggak cuma wanita, laki juga banyak
Mungkin temannya mbak @Puji Hidayati kalau memang bener2 terbukti udah Ada faktanya. Bs dimasukkan ke grupnya kak Sinyo Egi yang Peduli Sahabat .
Ada juga grup Menanti Mentari khusus utk istri2 yang di grup Peduli Sahabat utk saling menguatkan menemani suami yang diberi ujian berupa SSA.
Jadi Saya Punya Dua teman laki2.. mereka ini sahabatan. Sebut saja A dan B. Suatu Hari kami mendapat suatu fakta kalau B pernah mengalami kekerasan seksual di waktu kecil hingga menyebabkan dia menjadi SSA (same sex attraction).
Smp sekarang pun si B belum menikah.
Si A sbg sahabat ingin menolong. Ingin narik Si B agar bs jadi lelaki normal sesuai fitrahnya. Masuklah ke circle pertemanan si B.
Hasilnya?
Si A justru "tertular". Kalau dirunut si A ini memang kurang vitamin A alias sosok ayah.. ibunya yang lebih banyak berperan. Jadilah kemudian si A menjadi SSA. Tapi dia bilang im not homo, im biseks. Sama laki oke sama wanita oke.
Lama2 gesture, Cara ngomong berubah.. kemayu, pakai panggilan say say begitu. Tapi di depan ibunya, dia bs berubah menjadi sosok laki2 yang lakii banget.
Si A ini akhirnya menikah.. Punya anak 2. Istrinya pun berhijab lebar. Bahkan fyi si A ini aktivis rohis, Dan yang support Saya pakai hijab pertama Kali. But setiap Saya lihat postingan IG nya.. bs ngerasain dia blm sembuh benar meski sudah beranak istri.
Hati2 sama lingkungan.. apalagi lingkungan ngegym.. bahaya bangeeet.
Beneran pelakor nggak cuma wanita, laki juga banyak
Mungkin temannya mbak @Puji Hidayati kalau memang bener2 terbukti udah Ada faktanya. Bs dimasukkan ke grupnya kak Sinyo Egi yang Peduli Sahabat .
Ada juga grup Menanti Mentari khusus utk istri2 yang di grup Peduli Sahabat utk saling menguatkan menemani suami yang diberi ujian berupa SSA.
Pertanyaan 2 dari mba Frizdew Rovanty
Terkait poin tantangan :
- Bagaimana pendapatnya ttg artis yg di layar kaca berpenampilan banci, tetapi di dunia nyata dia (mungkin) paham kodratnya sbg lelaki, dan tetap berpenampilan lelaki. Apakah itu juga tetap dikatakan penyimpangan fitrah seksualitas ?
- bisa tolong dijelaskan lebih detail, apa itu hal2 yg tak tampak/lumrah ? Beserta contoh
Terimakasih
- Bagaimana pendapatnya ttg artis yg di layar kaca berpenampilan banci, tetapi di dunia nyata dia (mungkin) paham kodratnya sbg lelaki, dan tetap berpenampilan lelaki. Apakah itu juga tetap dikatakan penyimpangan fitrah seksualitas ?
- bisa tolong dijelaskan lebih detail, apa itu hal2 yg tak tampak/lumrah ? Beserta contoh
Terimakasih
Jawaban Pertanyaan ke 2
- Puji Lestari
Saya mencoba menjawab ya mbak, menurut sy klo memang di dunia nyatanya dia tetap berpenampilan normal dan menjalankan fitrah seksualitasnya juga secara "normal" berarti dia tidak menyimpang dari fitrahnya. Dia berpenampilan banci mungkin karena memang tuntutan pekerjaannya seperti itu.
-sri indahyani
Itulah case yang kami soroti dan cukup menggelitik bagi kami di kelompok 3. Kenapa, harus berpenampilan dan bertingkah banci untuk bisa disukai atau tampil? Dan mengapa juga masyarakat pada umunya lebih menyukai figur2 seperti ini muncul di layar kaca? Ada rating yg mjd tuntutan disebuah acara TV dan biasanya acara dengan host bergaya banci ini, cukup tinggi atau diminati. Tapi terlepas dari itu, apakah ini penyimpangan fitrah seksualitas? Selama dalam kehidupan nyata mereka menjalankan perannya sebagai lelaki sejati, kami pikir ini bukan penyimpangan TETAPI ini bukanlah contoh yang tepat.
Maka, mulailah dari kita, sebagai ortu atau orang dewasa dilingkungan terdekat anak utk mampu menjadi role model yang tepat dan benar.
Jawaban untuk Poin 2
- Sri Indahyani IP Misal : sikap Ayah di rumah yang kurang/tidak peduli dengan tugas2 domestik. Semua dibebankan ke istri. Karena asumsi banyak orang bahwa urusan pekerjaan domestik adalah kewajiban istri. Hal2 seperti ini bisa jd role model anak bahwa anak2 laki2 nggaj ngurusin yg begini. Dan itu dianggap lumrah oleh sebagain orang. Karena pola pendidikan patriaki yg turun temurun. Atau seringkali tanpa sadar ortu serigkali berusaha memudahkan semua masalah/tantangan yg dihadapi anak. Misal, 2 anak yg berselisih, ortunya ikut2an (pdhl yg sering tjd, anak mampu kok utk menyelesaikan perselisihannya). Ada masalah antar teman di skeolah, ortunya yg maju untuk menyelesaikan.
- Puji Lestari
Saya mencoba menjawab ya mbak, menurut sy klo memang di dunia nyatanya dia tetap berpenampilan normal dan menjalankan fitrah seksualitasnya juga secara "normal" berarti dia tidak menyimpang dari fitrahnya. Dia berpenampilan banci mungkin karena memang tuntutan pekerjaannya seperti itu.
-sri indahyani
Itulah case yang kami soroti dan cukup menggelitik bagi kami di kelompok 3. Kenapa, harus berpenampilan dan bertingkah banci untuk bisa disukai atau tampil? Dan mengapa juga masyarakat pada umunya lebih menyukai figur2 seperti ini muncul di layar kaca? Ada rating yg mjd tuntutan disebuah acara TV dan biasanya acara dengan host bergaya banci ini, cukup tinggi atau diminati. Tapi terlepas dari itu, apakah ini penyimpangan fitrah seksualitas? Selama dalam kehidupan nyata mereka menjalankan perannya sebagai lelaki sejati, kami pikir ini bukan penyimpangan TETAPI ini bukanlah contoh yang tepat.
Maka, mulailah dari kita, sebagai ortu atau orang dewasa dilingkungan terdekat anak utk mampu menjadi role model yang tepat dan benar.
Jawaban untuk Poin 2
- Sri Indahyani IP Misal : sikap Ayah di rumah yang kurang/tidak peduli dengan tugas2 domestik. Semua dibebankan ke istri. Karena asumsi banyak orang bahwa urusan pekerjaan domestik adalah kewajiban istri. Hal2 seperti ini bisa jd role model anak bahwa anak2 laki2 nggaj ngurusin yg begini. Dan itu dianggap lumrah oleh sebagain orang. Karena pola pendidikan patriaki yg turun temurun. Atau seringkali tanpa sadar ortu serigkali berusaha memudahkan semua masalah/tantangan yg dihadapi anak. Misal, 2 anak yg berselisih, ortunya ikut2an (pdhl yg sering tjd, anak mampu kok utk menyelesaikan perselisihannya). Ada masalah antar teman di skeolah, ortunya yg maju untuk menyelesaikan.
Pertanyaan ke 3 dari mba Muja Yannah
Didikan ortu yg bagaimana yg bs menghambat Fitrah seksualitas tumbuh dengan optimal?
Jawaban dari mba Indah Laras
Jawaban dari mba Indah Laras
Sama dengan jawaban untuk mba Frisdew
Pertanyaan mb Muja sama dengan dengan mb Frizdew. Jadi, Insya Allah sudah terjawab ya mba
Pertanyaan mb Muja sama dengan dengan mb Frizdew. Jadi, Insya Allah sudah terjawab ya mba
Pengalaman dari peserta (Mba Marita) menanggapi pertanyaan ke 3
Saya mo nyeritain pengalaman teman ibu saya ya.
Ortu teman ibu udah Punya 3 anak perempuan. Ketika lahir anak keempat, saking pengennya Punya anak laki2.. anaknya ini didandani Kaya laki2.. Pakainya baju laki2.. rambut dicepak. Sampai masuk sekolah dia nggak nyaman pakai rok.. berontak.
Akhirnya skrg sudah tua.. jadi lesbi 😭😭😭
Punya 'istri'.
Kalau yg nggak ngeh.. nggak bakal tahu dia cewek deh. posturnya udah kaya bapak2 banget
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
Saya mo nyeritain pengalaman teman ibu saya ya.
Ortu teman ibu udah Punya 3 anak perempuan. Ketika lahir anak keempat, saking pengennya Punya anak laki2.. anaknya ini didandani Kaya laki2.. Pakainya baju laki2.. rambut dicepak. Sampai masuk sekolah dia nggak nyaman pakai rok.. berontak.
Akhirnya skrg sudah tua.. jadi lesbi 😭😭😭
Punya 'istri'.
Kalau yg nggak ngeh.. nggak bakal tahu dia cewek deh. posturnya udah kaya bapak2 banget
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar