Assalamualaikum…
Alhamdulillah hari ini mulai merangkak me-review presentasi kelompok 1. Melihat judulnya Menumbuhkan Fitrah Seksualitas di Jaman Milenial, rasa-rasanya “kita” banget ya. Dimana arus informasi yang masuk sangat masif, teknologi semakin canggih dan menuntut orang tua sekarang bagaimana menempatkan dirinya agar anak tidak mengikuti arus yang salah dengan cara tepat.
Meski judul hampir sama dan materi juga yang ditampilkan tidak jauh berbeda karena memang game level ini tantangannya adalah mengenai fitrah seksualitas. Namun gambaran-gambaran mengenai permasalahan fitrah jaman sekarang yang diberikan kelompok 1 diibaratkan nasi goreng, masuk kriteria nasi goreng spesial yang didalamnya ada bakso, seafood, telur, ayam dll. Iyaaa karena kelompok itu membahas fitrah seksualitas dari beberapa hal, fenomena anak-anak yang sudah berpacaran, menyangkut pubertas dini, bagaimana pengaruh gadget deelel. Beberapa gambar membuat saya sendiri tercengang, dan rasanya ingin mengeratkan pelukan ke anak-anak. Berikut gambarannya
Adanya perilaku seperti di atas karena pubertas dini yang dialami oleh anak, beberapa faktor pemicu pubertas dini seperti gambar berikut :
Beberapa penyebab anak mengalami pubertas dini :
- Kurangnya penanaman rasa malu di diri anak-anak dan tidak dikenalkannya anak-anak tentang batas-batas auratnya sejak dini. Bisa dilihat di sekeliling kita masih banyak anak laki-laki yang dibiarkan/ diajarkan BAK di luar rumah/ di got, masih banyak anak balita yang dibiasakan ganti baju di ruang publik (ruang tamu/ teras rumah), masih banyak anak-anak perempuan yang tak dibiasakan mengenakan legging/ celana dalaman saat memakai rok jadi celana dalamnya kelihatan.
- Tidak adanya pendidikan seksualitas sejak dini. Contohnya banyak anak-anak kelas 5-6 SD yang sudah mulai haid tanpa dibekali informasi yang tepat dari orangtua. Jangankan bagaimana cara membersihkan tubuh dan menjaga dirinya, bagaimana cara mengenakan pembalut saja banyak yang tidak tahu.
- Batasan pemakaian gadget yang tidak diatur dengan jelas. Yang penting anak anteng, biar kekinian, kasihan kalau nggak punya sedangkan teman-temannya punya menjadi alasan pemberian gadget pada anak-anak. Akhirnya energi anak yang berlebih tidak tersalurkan dengan baik karena lebih banyak bermain gadget. Energi berlebih yang tidak tersalurkan ini bisa membuat anak-anak berselancar ke tempat-tempat yang tidak semestinya di dunia maya.
Beberapa solusi yang ditawarkan :
- sebagai orangtua kita harus membekali anak-anak informasi yang benar tentang pubertas
Tentunya kita tidak perlu menunggu anak2 kejadian "mens" atau "mimpi basah" dulu ya baru kita ceritain, sebisa mungkin sebelum anak usia 10 tahun sudah dibentengi dengan pengetahuan ini jadi anak2 sudah siap terlebih dahulu - untuk pubertas pada laki-laki sebaiknya disampaikan langsung oleh ayahnya. Tentu dong ya.. kalau yang cerita pakarnya langsung kan anak jauh lebih paham..
- selain perubahan fisik, menstruasi adalah hal yang paling bikin anak2 bertanya2. maka akan lebih baik jika kita mampu memberikan informasi yang benar dan seimbang untuk anak2.. biar anak2 nggak merasa takut, jadi nggak ada lagi anak2 yang dapat haid pertama nangis teriak2 ketakutan.
- Nah, yang paling penting lagi selain hal-hal di atas adalah PENTINGNYA ORANGTUA menjadi RUMAH yang NYAMAN untuk ANAK-ANAKnya.
#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar