Halaman

Senin, 21 Agustus 2017

MengASIhi Adek Althar (ASI Eksklusif)


Assalamualaikum…
Haluu Mama ketce 😘😘

Hari ini mau cerita tentang perjalanan mengASIhi adek Althar yang berbeda kondisi dengan kakak Aiko dulu meski latepost, maklumlah Mam si Mama baru punya blog. Banyak Mam perbedaannya mulai dari proses recovery setelah melahirkan yang berbeda. Kakak Aiko lahiran dengan normal dan proses persalinan hanya dibantu tenaga medis Bidan. Sedangkan adek Al harus dengan proses Sectio Cesar. Karena sudah H+9 dari HPL, meski pengen banget persalinan normal (lagi) tapi si adek belum mau kontraksi sama sekali sedangkan ketuban sudah mulai keruh.

Sectio Cesar (adek) Althario
Hamil adek rasanya happy, bersyukur karena Allah kembali mempercayakan kami untuk belajar mendidik dan berproses menjadi orang tua yang lebih baik. Eeemm apalagi HPL adek Al 15 Januari yang hanya selisih 2 hari dari ultah kakak Aiko 17 Januari. Saat belum terasa kontraksi di tanggal 15 rasanya happy, berharap adek lahir di tanggal yang sama dengan kakak Aiko, namun melesat jauh ternyata hahaha. H+1 Konsul dengan SPOG dekat Rumah (periksa disini hanya 2X) harapannya kalau bisa persalinan normalnya di bidan atau RS dekat Rumah, hasil pemeriksaan ketuban masih jernih namun berlebih dan posisi juga baik, menurut dokter ditunggu 1 Minggu jika kontraksi tidak terasa maka proses persalinan dengan jalan Cesar (surat rekomendasi untuk SC sudah diberi) 😞😞. Selama 1minggu cara apapun sudah dilakukan untuk membantu si hormon-hormon yang berpengaruh pada proses persalinan keluar, untuk lebih mengenal hormon apa saja bisa dilihat disini https://www.ibudanbalita.com/forum/diskusi/Kenali-hormon-yang-berperan-dalam-persalinan-Anda Mulai dari memperbanyak jalan kaki, senam hamil (dirumah), mengkonsumsi buah nanas, sate kambing (saran bu bidan) hingga ML, sebenarnya ML sangat berpengaruh karena esoknya perut serasa nyeri tapi tidak berlangsung lama hanya 15 menit kemudian hilang. Hingga H+7 adek masih aja betah di dalam perut, Mama mencoba cari second opinion dari SPOG yang biasanya buat Mama priksa kehamilan, saat dicek ternyata ketuban sudah mulai keruh huhuhu dan saran dokter utuk induksi aja 😭😭. Wuiihh rasanya galau, bukan hanya proses induksi nya tapi karena kakak Aiko, belum pernah seharipun pisah sama kakak dan ini harus inap di RS 😭😭.

Setelah pertimbangan macam-macam masuklah ke RS pukul 21.00, kakak Aiko rencanannya dititipkan ke eyang putri (biasanya si kakak manggilnya “Titi” yang sebelum berangkat ke RS sudah ditelpon agar jemput si kakak di RS. Sayangnya saat Titi jemput si kakak lagi tidur dan dibangunin ogah, akhirnya dengan posisi tidur si kakak dibawa ke Rumah titi.

Rasanya ga karuan, saat di kamar RS malah keingetnya si Kakak coba telpon dan saat denger suara si kakak malah yang ada jadi nangis Bombay (alay ya mama, tapi baru kali ini tidur tanpa si kakak) dan saat lagi Drama Queen gini, embak-embak perawat masuk kamar untuk cek dan hasilnya detak jantung adek irreguler (kadang cepat dan kadang lambat) akhirnya dipakaikan selang oksigen buat ngebantu kondisi si adek) dan induksi di tunda pagi dengan pertimbangan kondisi dan sulit komunikasi dengan dokter jika induksi malan, selang beberapa jam dicek lagi dan kondisi adek serta Mama oke, proses induksi dimulai. Baru 2 jam proses induksi dan belum ada yang dirasa, perawat masuk lagi setelah Konsul dengan dokter katanya diminta Sectio Cesar 😱😱😱 karena detak jantung adek pernah irreguler dan ketuban sedikit dan jika iya maka sudah ditunggu dojter di ruang operasi (merasa aneh karena sejak awal kehamilan air ketuban berlebih, terakhir cek juga kondisinya tetap sama), merasa aneh Mama dan Papa minta ketemu dulu dengan dokternya, setelah dijelaskan macam-macam kami juga tidak langsung 100% OK, dan untuk memantapkan kembali sepakat meminta USG untuk melihat kondisi adek terakhir, dan hasilnya “air ketuban keruh dan ternyata kepala adek malah naik, sudah posisi turun tapi belum masuk ke pintunya”  karena memang volume ketuban seperti usia kandungan 7m. Melihat hasil USG akhirnya Mama siap untuk SC, pertimbangan terberatnya :
  1. Khawatir jika dipaksakan induksi dan tidak bisa nantinya diambil jalan di vaccum
  2. Bayi bisa saja stress dan nengeluarkan mekonium yaitu feses yang dihasilkan oleh bayi yang baru lahir. Terjadinya mekonium di dalam kandungan mengakibatkan air ketuban menjadi hijau keruh. Air ketuban memang sangat befungsi ketika kehamilan dan menjelang persalinan akan tetapi apabila sudah melalui masa hamil (37-42 minggu) dan bayi masih di dalam kandungan akan berbahaya. Air ketuban yang mencemari disaat persalinan berlangsung dikenal dengan istilah medis MAS, bukan mas-mas ya Mam tapi (Meconium Aspiration Syndrome). Air ketuban keruh akan mengakibatkan gangguan kesehatan pada bayi apabila tidak segera ditangani. Karena akan dihirup dan masuk dalam paru-paru.

MengASIhi adek Althario
Berbeda dengan melahirkan normal, persalinan secara SC ini lebih sulit proses menyusuinya. Gimana enggak, miring dan duduk saja merupakan prestasi untuk ibu pasca secar. Alhamdulillah adek pinter, awal menyusui langsung mau (ga sia-sia perjuangan Mama untuk menyusui sambil tiduran).
Mencoba lagi sounding agar nenennya yang pinter, “dek Al kalo nenen dikenyot ya, karena kalo digigit nanti nenen Mama sakit, kan Mama sama adek pengen bisa nenen sampai 2 tahun kan” kali aja seperti kakak Aiko, hingga lepas asi dengan metode WWL (Weaning With Love) hanya 3hari dan tanpa drama mengigit puting, mengASIhi kakak adalah pengalaman yang luar biasa indahnya, ketcuph basah buat kakak 😘😘. Kalau  adek menyusunya luar biasa pintarnya, sekali menyusu bisa 1 jam tanpa henti, kalau si kakak dulu ga suka saat proses LDR (Let Down Reflex) adalah saat dimana ASI menyembur keluar dengan deras , kalau LDR tiba pasti nenen dilepas dari mulut. Mungkin ini bedanya anak cowok sama cewek kali ya Mam.

Hingga adek Al lulus asiX bersyukur banget tidak mengalami kesulitan (apalagi sekarang full mama) beda dengan kakak Aiko yang dulu Mama masih kerja, dan harus bolak-balik pulang ke Rumah untuk menyusui menunggu panggilan Titi sewaktu-waktu Aiko haus, karena si Kakak dulu tidak mau ASIP (Air Susu Ibu Perah) dengan media apapun sendok, gelas, cup feeder, hingga terakhir mencoba membeli dot dengan berbagai bentuk hasilnya nihil, dan satu lagi nih Mam happynya, si Mama ga pernah diajak begadang dari adek lahir hingga lulus asiX sebenernya sampai sekarang juga sih dan ini berlaku juga buat kakak Aiko πŸ‘πŸ‘, makanya badan si Mama ajeg (gemuknya πŸ˜…πŸ˜…).

Dan suksesnya asiX ini bukan hanya perjuangan adek Al dan Mama aja lho Mam, perjuangan si kakak yang mau merelakan kenyamanan menyusu untuk adek, membagi waktunya hingga Mama boleh menyusui as adek Al (meski diawal sempat kaget juga). Perjuangan si papa yang mau mengerti bahwa ASI adalah asupan yang luar biasa, membiarkan si Mama makan kapanpun karena lapar πŸ˜„πŸ˜„. Perjuangan Titi juga, karena tidak pernah memaksakan dan mempercayai bahwa kami bisa mengasuh dengan cara kami yang sedikit banyak berbeda dengan pola dan aturan main jaman dulu.

Dan yeeaayy akhirnya si adek Al lulus S1 dapat sertifikat ginian (alay ah, padahal si Mama bikin sendiri dan kalo Mama ketce mau format sertifikat bisa download di AIMI). Semoga bisa sampaI S2 dan S3 ya, Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar