Yeyeye...lalala...yeyeye...lalala...yeyeye...lalala...ini mama Mia lagi yel-yel apa jadi penonton bayaran di stasiun Tv ya? Bukan...bukan mam, ini mama lagi girang, bersyukur sekali Alhamdulillah malam ini mau nge'post day 10 yang berarti bisa menyelesaikan Game Level 1 di BunSay IIP about Komunikasi Produktif meski yang mama Mia dapat hanya "badge dasar" uuhhuukk. Pengin sih dapat badge keren yang bertuliskan "You're Excellent" tapi syaratnya berhasil menyelesaikan tantangan selama 10 hari, menyetorkan konsisten tanpa rapel atau loncat, apalagi badge yang super duper keren yang cuma bisa bikin ngences aja (untung ga lagi hamil, ntar debay bisa ikutan ngences hahaha) badge cantik bertuliskan "Outstanding Performance" syaratnya menyelesaikan tantangan di level 1 ini dengan tepat waktu, setiap hari, tanpa rapel tanpa loncat (dilihat dari tanggal publish setoran link), kemudian melanjutkan praktek dan setorannya hingga minimal 15 hari berturut-turut. Sayangnya Mama Mia pernah tu dua kali ngerapel tugas, bener deh komitmen dan konsisten itu perpaduan yang passs banget.
Jaman singel sebelum kenal GTM, Grow Spurt, ASI dan PerMPASIan kalau bikin garap-menggarap pasti bisa fokus banget, "inih mau tidur dulu, ntar bikinnya malem jadi full tenaga" (itu jaman dahulu sebelum punya buntut alias krucils), nah sekarang baru nyalain laptop baru ketik "Haloo mammaa Ketce" kakak Aiko krusek-krusek nyariin minta dipeluk atau sekedar dipegang tangannya, lanjut si adek yang sensitif kalo ada suara apapun apa lagi suaranya kakak Aiko ntar gantian krusek-krusek minta nenen, lanjut lagi gantian papa krusek-krusek....#eeeaaaaa karena digigit nyamuk Mam (mama Mia kan paling ga bisa liat orang digigit nyamuk berasa pengen nampol aja π
). Tapi mam itu yang paling disyukuri mama Mia saat ini, ketcup satu-satu jadinya.
Menjadi Ibu memang dituntut menjadi sosok yang lebih dari sebelumnya, musti lebih pandai, lebih cakap, lebih bertanggung jawab, lebih sabar, lebih kuat, lebih kreatif, lebih teliti, lebih care, dan lebih-lebih lainnya, diibaratkan banyak profesi dalam satu sosok yang kita sebut Ibu. Makanya menjadi Ibu bukan berarti langkah kita terhenti di "status", tapi seharusnya membuat kita memiliki semangat belajar untuk menjadi ibu yang rruuaarrr biiyassahh. Minimal bisa menjadi Ibu yang Profesional untuk keluarga dan syukur Alhamdulillah kalau bisa untuk orang disekitar kita.
π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨π¨
Nah KomProd day-10 ini mama mau story About Papa, Althario dan Aiko. Mama buat cerita flash back. Jadi Jumat kemarin ada insiden tidak menyenangkan dengan papa, pukul 17.43 WIB Mama telpon Papa yang masih di Kantor
Mama : "Pa lagi di Kantor?"
Papa : "Iya, tapi ini lagi siap-siap mau pulang"
Mama : "Oh ya udah, Alhamdulillah kalo pulang gasik" emak happy
Papa : "Iya, tapi jalannya macet banget karena ada perbaikan jembatan"
Mama :"Memang ga ada jalan tikus (gang kampung) ya pah biar ga kena macet?"
Papa : "Ada sih, niatnya nanti juga mau lewat jalan tikus"
Mama : "Oh ya udah, hati-hati di jalan" klik hp dimatikan
Jarak kantor ke rumah kira-kira 45 menit kecepatan sedang, mama mikirnya jam 18.30 IB ato lama-lamanya jam 19.00WIB bisa sampai rumah nih. Adek udah mulai ngantuk tapi si kakak masih on dan sedari tadi bilangnya kangen sama papa kok belum pulang, mama liat jam udah 19.30 kok belum pulang, sampai jam 20.15 juga belum sampai rumah (ditelpon ga diangkat), mama udah mulai khawatir dan memutuskan WA teman kantornya. Hasil dari teman papa ternyata mampir makan sama teman kantor di KF* dan tadi nunggu ngantri bungkus buat dibawa pulang. Alhamdulillah lega, nah ini nih yang kadang musti dikomunikasikan sama papa, kalau waktu pulangnya diundur setidaknya informasi dahulu ke mama. Ok fix ini perlu dikomunikasikan, ingat KomProd jadi ingat harus baik-baik komunikasinya tanpa nada tinggi, apa lagi muka jekatut, ingat pakai "kaidah 7-38-55", apa itu mam
Kaidah 7-38-55
Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi.
Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).
Anda tentu sudah paham mengenai hal ini. Bila pasangan anda mengatakan "Aku jujur. Sumpah berani mati!" namun matanya kesana-kemari tak berani menatap Anda, nada bicaranya mengambang maka pesan apa yang Anda tangkap? Kata-kata atau bahasa tubuh dan intonasi yang lebih Anda percayai?
Nah, demikian pula pasangan dalam menilai pesan yang Anda sampaikan, mereka akan menilai kesesuaian kata-kata, intonasi dan bahasa tubuh Anda.
Albert Mehrabian menyampaikan bahwa pada komunikasi yang terkait dengan perasaan dan sikap (feeling and attitude) aspek verbal (kata-kata) itu hanya 7% memberikan dampak pada hasil komunikasi.
Komponen yang lebih besar mempengaruhi hasil komunikasi adalah intonasi suara (38%) dan bahasa tubuh (55%).
Anda tentu sudah paham mengenai hal ini. Bila pasangan anda mengatakan "Aku jujur. Sumpah berani mati!" namun matanya kesana-kemari tak berani menatap Anda, nada bicaranya mengambang maka pesan apa yang Anda tangkap? Kata-kata atau bahasa tubuh dan intonasi yang lebih Anda percayai?
Nah, demikian pula pasangan dalam menilai pesan yang Anda sampaikan, mereka akan menilai kesesuaian kata-kata, intonasi dan bahasa tubuh Anda.
Komunikasi dengan papa dibuka, dengan semangat "ayo mama ingat kaidah 7-38-55"
Mama : "Pah kemarin papa sampai rumahnya lama Mama khawatir lo?"
Papa : "Lha emang kenapa"
Mama : "Ya kan papa bilangnya Mama mau pulang sekitar jam 18.00WIB"
Papa : "Papa kan mampir dahulu"
Mama : "Iya ke KF* kan?ga papa pah, pulang jam berapa aja, atau mau kemana yang penting mama dikabarin"
Papa : "Kan udah dikabarin"
Mama : hadeh orang cuek satu ini ffiiiuuhh lap kringet "Ngabarin kalau mampir dulu atau ga jadi pulang jam sekian, biar yang di rumah ga khawatir, papa kan kerjanya di jalan apalagi tadi katanya macet jadi biar yang dirumah ayem" walah panjange wejangannya
Papa : __________ (diem aja)
Mama : "Iya to malah diem"
Papa : "Diem tapi kan ndengerin to"
Mama : lanjut makan dengan nafsu membara hahaha
Mama : lanjut makan dengan nafsu membara hahaha
Alhamdulillah bisa menahan emosi (biasanya pake urat dan otot), lanjut ngobrol sambil mama makan sisa KF* dan ini adalah makan yang ke -5 uupppssss. Jadi semenjak adek Al GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias ogah makan berimbas jadi lebih sering frekuensi ngASInya, dan menyebabkan mama malah jadi kalap makannya khawatir BB naik jadi pengen nimbang, eh lah malah turun 1,5kg padahal kalo makan normal malah kadang naik 1/2kg, ya udah mending banyak makan aja ππ.
πΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆπΆ
Nah story KomProd dengan adek Al gini ceritanya Mam, ini hari ke-6 adek Al GTM, meski mulai dihari ke-4 sudah mau makan dengan porsi 1/3 atau 1/4 dari seharusnya. Sejak hari ke-3 GTM, mama mulai sounding adek Al "Dek, kenapa kok maunya buah aja, adek kan juga harus maem nasi dan lauk, tuh mama udah bikinin adek soto ayam enak dikasih, hemmmm enaknyo" dan biasanya ekspresi si bayi cuma melongo, senyum, atau jawab ma-ma-ma-ma. Nah paling happy kalo sounding pas Mama atau kakak makan, karena tiap ada yang makan pasti adek merangkak deketin mau ngacak2 makanan yang dipotong sambil "mam-maem-maem-maem (jangan bayangin kata-katanya sejelas tulisan, karena tetep kata-kata itu keluar dari mulut bayi), dan Mama biasanya ngajak adek ngobrol "Adek Al mau, nanti mama ambilin maemnya adek ya, maemnya juga ntar gampang biar sehat". Meskipun Mama bilang apa adek ngejawab apa tapi mama yakin adek tahu kok, iya tau lewat tatapan dan gesture mama #mama lebay ya. Dan hari ini coba MPASI tanpa saringpun adek Al mau yeeee dan porsinya bertambah meski belum porsi normal. Senengnya melebihi dapet bonus, eh enggak ding sebenernya nambah happy juga kalo dapat bonus betulan. *eaeaea....
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
Weekend ini rencana pagi bebersih rumah baru sorenya keluar jalan-jalan, si kakak pun sudah dikasih tau rencana hari ini dan syaratnya siang harus tidur siang gasik jadi bangunnya ga kesorean. Cuaca hari ini mendung jadi udara terasa lebih sejuk yang membuat tidur jadi lebih nyaman, jam 15.00 wib Mama dan adek Al bangun dan ternyata sudah mulai turun hujan, kakak Aiko masih lelap tidurnya. Jam 16.00 wib kakak Aiko bangun lihat adek Al sedang dipakaikan baju selepas mandi.
Mama : “Kak, mandi ya?”
Kakak : “Kok mandi, mau kemana Ma?”
Mama : “Mau di Rumah aja nduk, kan hujan”
Kakak : “Tadi kan katanya mau pergi jalan-jalan ke Pekalongan Ma, pas Aiko mau bobo?”
Ternyata masih inget aja, ini sifatnya kakak Aiko. kalau sudah dijanjikan bakal nagih meski masih bisa ditawar melihat situasi dan kondisi (tapi tergantung mood kakak juga). Rencananya tadi mau ke Pekalongan sambil main rumah eyang uti.
Mama : “Ya coba tanya papa sana jadi atau enggak”
Kakak : “Pa Aiko mau jalan-jalan ya”
Papa : “Ya nanti aja habis magrib, tapi kalau ga hujan ya?”
Mama : “Kak, dengerin ya sayang kita bisa pergi kalau nanti habis magrib ga hujan, kalau hujan berarti kita di rumah ya?”
Kakak : “Iya ma, kalau ga hujan boleh pergi kalo hujan ya udah ga jadi, gitu ya ma?”
Mama : “Oke sayang”
Hujannya hanya sebentar, tapi langit masih mendung tebal dan merata, Papa sedikit ga enak badan, mungkin karena tadi kena hujan waktu beli telur dan beras. Karena sudah kadung janji mau ngajakin Aiko keluar, tapi sedikit merasa dingin cuacanya, destinasinya pun dirubah.
Mama : “Kak, keluarnya ketempat yang deket aja ya?”
Kakak : “Kenapa Ma?”
Mama : “Tuh papa lagi ga enak badan dan langitnya mendung sayang takutnya hujan”
Kakak : “Kemana mah Aikonya”
Mama : “Papa bilang katanya mau ke Alun-alun, tapi cuma muter aja pakai motor terus pulang ya sayang”
Kakak : “Iya ma gpp” sweetnya kakak tuh gini, bisa ngerti sikon (kadang )
Nah kalau susasana hatinya kakak lagi enak, biasanya moment ini dijadikan mama sebagai waktu membuat komitmen atau hanya ngobrol sama kakak.
Mama : “Aiko sepulang jalan-jalan jangan lupa ya kalau sebelum bobo ngapain ya?”
Kakak : “Iya ma nanti habis muter tok ke Alun-alun nanti sampai rumah cuci tangan, cuci kaki, sama pipis ya ma?”
Mama : “Iya kakak, eh tadi gosok giginya belum masuk.”
Sepulang dari alun-alun (hanya muter di Jalan) si kakak nepatin janjinya pipis, cuci tangan, cuci kaki, cuci muka dan gosok gigi. Nah untuk hari Minggu rencananya mau ikut Jalan Sehat di Batang yang mulainya jam 06.00 wib, otomatis harus sounding dulu sama si kakak. “Kak besok mau ikut jalan sehat di alun-alun Batang ga?”tanya mama, “Iya Ma Aiko besok mau ikut jalan sehat ya”. jawab AIko. “ Nah kak, kalau mau ikut kakak besok harus bangun pagi, oke”.
#day10
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#KomunikasiProduktif
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar