Halaman

Selasa, 07 November 2017

Komunikasi Produktif Day 5

Hai mama Ketce, disaat cuci piring tiba-tiba...

"Iiihhh adek jangan dicuwek cuwek, ini punya kakak,." terdengar lengkingan suara kakak Aiko. "Suara kakak kok keras gitu sayang, kakak marah sama Adek?" sembari mama bergegas menyudahi acara cuci piring, menghampiri kakak dan adek setelah melepas sarung tangan karet (maklumlah pengidap dermatitis atopik/eksim yang alergi terhadap sabun). Meski Mama tahu kakak Aiko tidak akan memukul si adek, tapi Mama khawatir kalau enggak sengaja adek yang duduk dan merangkak masih gentoyoran (belum stabil) kesenggol si kakak dan jatuh, maklumlah si kakak yang baru berusia 3y9m mama rasa belum nalar dengan adiknya, dan bagi mama belum saatnya meminta kakak untuk mengalah atas suatu hal yang dia sendiri belum paham karena usia kakak memang masih mengedepankan egosentrisnya. " Ada apa sayang?" mama bertanya kembali. "Ini lo Ma, adek cuwek-cuwek (memegang mainan kakak yang sedang ditata untuk bermain) mainan ini", kakak menunjukan mainannya yang sedikit berantakan. "Oh iya kakak sayang, Adek Althar minta maaf ya, adek ga tahu sih ya kak masih kecil soalnya, belum tahu itu lagi buat mainan kakak".

Semenjak ada adek Althar yang semakin melengkapi keluarga kecil kami kakak Aiko lebih manja dan terkadang masih mempelihatkan rasa iri terhadap adek Althar. Maklumlah yang awalnya seluruh perhatian, tenaga segala barang yang ada di rumah adalah wahana permainannya kakak Aiko, sekarang harus membaginya (mama ngebayanginnya seperti papa yang bawa istri mudanya ke rumah) kann rasanya mak jlebb. Adek minum pake gelas berkuping 2, si kakak mau, adek makan buah pir di saring si kakak iya, naik stroller si kakak naik, bahkan baby walker juga kena uji tahan beban si kakak, paling lucu kalo pas Mama lagi main cilukba sama adek Al, eh si kakak Aiko juga mau dan doi juga ketawa dimiripin adek Al. Perubahan mood, sikap tak hanya terjadi pada kakak, Mama pun mengalami perubahan emosi, mood, 40 hari setelah melahirkan melalui SC (Sectio Caesarea) kondisi mental dan fisik Mama belum pulih, merembet ke emosi yang kurang stabil, hal itu membuat Mama merasa seperti Monster hingga pada titik Mama ingin kembali bekerja agar tidak memberikan innerchild yang buruk pada kakak Aiko. Namun berfikir kembali "tidak akan ada rasa sayang melebihi rasa sayang ibu kepada anaknya", dan melihat berita yang berseliweran banyak anak yang disakiti assisten rumah tangga membuat mama mengurungkan niat bekerja di ranah publik sedalam-dalamnya, meskipun tetap ada assisten rumah tangga yang istiqomah menjaga amanah yang diberikan. Meski mama  Mia berharap bisa menjadi dasterpreneur saat anak-anak mulai bisa bertanggung jawab atas dirinya. Hal ini mulai ketularan semangatnya semenjak gabung dengan IIP, semangka (semangat kakak).

Dalam membersamai kakak Aiko, Mama tidak ingin memaksakan kakak Aiko untuk berbagi barang yang merasa dimiliknya dengan orang lain, apa lagi barang kesayangannya atau makanan kesukaannya,  karena bagi mama akan ada masanya yang terpenting kita mengajarkan untuk berbagi dengan orang lain tapi tidak dengan memaksakannya. Bayangin deh mam semisal kita punya baju andalan dan itu kita suka banget dan berencana dipakai acara party, kemudian ada teman yang mau pinjam tuh baju kebangsaan, giman perasaan mama?. Nah kerasakan nyeseknya. Dari yang pernah mama baca di grup fb (facebook) yang Alhamdulillah jelas sumbernya, usia 3 tahun masuk ke dalam klasifikasi "Fase Amazing Three" Jadi, di usia ini, anak – anak akan sering sekali melarang – mengiyakan apa-apa saja yang harus dilakukan oleh orang lain. Karenanya mama selalu berdoa semoga bisa menjaga kewarasan agar dapat menjadi mama yang terbaik untuk anak-anak.



Seperti video berikut menunjukan kakak yang sedang masuk Fase Amazing Three, dan saat adek Al ingin bermain bersama ini sikap kakak Aiko :
Kakak : "Ini kan punyanya adek" sembari menunjukan mobil yang boleh dipinjam adek Al
Mama : " adek kan belum tahu sayang" jawab mama

si adek berusaha menaruh mobil dijalan bersama mobil-mobil lain yang sudah ditata kakak Aiko sebelumnya kalau menurut mama adek hanya ingin bermain bersama, kakak Aiko menutup jalan dengan tangannya agar mobil adek tidak dapat ditaruh dijalan yang sudah ditempati kakak

Mama : "Ya udah to, jalannya kan sama-sama bisa kalo mobilnya adek udah dapet" jelas mama
Kakak : "Tapi mau minta lagi" kata kakak kemudian
Mama : "Enggak, itu loh mau ikut-ikutan sama kakak di jalan itu lo mainnya" mama masih dengan intonasi rendah
Kakak : " Tuh mau ambil tuh mah" kakak sudah sedikit memelankan intonasinya
Mama : "Itu mau ngenggg, mau disebelahin mobilnya kakak kali itu" mama menjelaskan
Kakak : "Yah malah berantakan lagi" sambil membetulkan mobilnya yang ga sengaja terdorong adek keluar jalur.

(dua kali upload video gagal diunggah)

Tidak hanya city playmat yang harus berbagi, bahkan setelah adek menggunakan stroller (biasanya dipakai saat mama mau beraktifitas di rumah agar adek AL tidak lari-lari kesana kemari) si kakak akan menunggu adek Al bosan kemudian menaikinya dan tiduran.
Adek dan kakak tetap bermain bersama meski terkadang adegan-adegan lucu muncul, Dan untuk ngobrol dari hati-ke hati biasanya mama memilih waktu disaat kakak mau tidur, seperti kejadian tadi mama menanyakan 

Mama : "Tadi suara kakak keras sekali waktu adek mau mainan city playmat, kakak ga mau mainan sama-sama adek?"
Kakak : "Mau mah tapi adek sukaknya mbrantakin"
Mama : "Kasihan ya adek belum bisa nata-nata mobil biar rapi kaya kakak ya"
Kakak : "He'eh"
Mama : "Nanti kakaknya ngajarin ya, biar adek bisa rapi kaya kakak juga"
Kakak : "Iya ma Aiko mau ajarin"
Mama : " Ih kakak keren ih mau ngajarin adeknya biar bisa tata-tata kaya kakak"

Ngobrol kali ini detutup dengan baca doa sebelum tidur dan kecupan dikening, met tidur sayang yang lelap ya. Mimpi indah... 



#day5
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#KomunikasiProduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar