Hai mamsky ketce….
Beberapa hari ini langit selalu mendung-mendung syahdu, membuat cuaca terasa dingin di Kab Batang bagian bawah yang biasanya panas. Mungkin karena itu kakak dan adek tidur siangnya lebih pulas dibanding hari-hari biasanya meski AC dimatikan dan hanya menggunakan kipas angin dengan kecepatan putar kecil dan saat dibangunkan sore harinya pun kakak Aiko masih belum mau beranjak dan malah tidur kembali padahal waktu sudah menunjukan pukul 16.30. Dibiarkan nanti hari bertambah sore padahal kakak Aiko belum mandi juga dan pastinya akan butuh waktu untuk meng”on”kan agar kakak mau mandi.
Tidak begitu lama akhirnya kakak Aiko bangun dan merebahkan badannya ke karpet. Mama ingat tadi sebelum tidur kakak berjanji akan membereskan mainannya karena siangnya udah keburu ngantuk katanya, nah biar anaknya on dari pada langsung disuruh mandi, bagi “kami” kesepakatan adalah sebuah janji yang harus ditepati kecuali ada hal yang tidak terduga. Saat diingatkan kakakpun bangun untuk merapikan mainannya, sikakak mulai ngobrol sendiri berarti doi sudah on. “Kak kalau airnya sudah bunyk berarti sudah mendidih dan kakak mandi ya”, kakak menjawab “iya” dengan geature yang masih malas-malasan. Untuk mengambil persiapan tetap diingatkan, dan yang diawal sepertinya malas mandi setelah masuk kamar mandi malah mainan padahal waktu sudah hampir masuk magrib. “ Kak, ayo sudah selesai belum?” yang diminta cepat malah masih mainan gelembung.
Dan mandipun akhirnya selesai sebelum magrib, meski saat keluar dari kamar mandi dan Mama cek ternyata muka belum dibasahi dan bagian punggung masih ada sedikit sabun dan Mama meminta kakak membilas lagi. Untuk ketrampilan mandi ada beberapa kemajuan dan juga beberapa hal yang masih harus dipantau.
- Kakak mau mempersiapkan baju dan handuk sendiri untuk keperluan mandi,
- Bisa melepas kaos, yang sebelumnya selalu bilang tidak bisa dan Mama juga sempat berfikir cara termudah dan belum berhasil menemukan caranya tapi kakak Aiko sudah bisa melepaskannya,
- Semakin mahir mengancingkan dan melepaskan kandungan baju
- Mempersiapkan sikat gigi dan pasta gigi sendiri,
- Berani menyiram sendiri kepala dan mukanya dengan air, dan bisa membersihkan shampo rambut sendiri, meski biasanya kakak Aiko teriak-teriak setiap kepalanya dibasahi,
- Menaruh handuk basah kembali ke jemuran
Dan beberapa hal yang masih harus diingatkan
- Waktunya mandi, karena kakak belum tau waktu kapan siang kapan sore apa lagi kalau mendung,
- Mengecek apakah semua bagian badan sudah dibersihkan dengan sabun
- Mengecek sudahkah semua bagian badan dibilas dengan air dan bersih dari sabun
Ketrampilan mandi yang disedang dilatih eh bonusnya banyak ternyata, si kakak jadi sering segala sesuatu bilang bisa, bersyukur deh merembet kemana-mana. Seperti “terkadang” minta makan sendiri, ambil minum sendiri, yang biasanya minta disuapin dan diambilkan karena cemburu sama adek Althar, selain itu juga bonceng motor minta naik sendiri, memakai helm sampai “klik” sendiri, bersyukur mendapat tantangan kemandirian ini, bisa diluar ekspektasi kita.
Papan tempel hatipun hari ini penuh, mandinya berarti sudah mandiri dong, masih tetap proseslah untuk belajar mandiri tapi bersyukur ada perubahan yang baik. Seperti yang ditulis sebelumnya kakak Aiko request setelah ketrampilan mandi, doi minta belajar mandiri di makan sendiri, mamanya yang agak mang-mang karena banyak tantangannya, mulai dari kakak Aiko termasuk Picky Eater, tiap makan hawanya sudah males dan biasanya ditengah makan ada adegan mau muntah, harus ada pengalih perhatian saat makan (meski ini ga baik), dan sibling rivalry, seperti hari ini minta makannya gantian suapannya alias Mama nyuapin terus gantian Aiko nyuapin sendiri, begitu seterusnya sampai porsi makanannya habis. Tapi karena kakak Aiko minta sendiri, okelah Mama “trust you” ya nduk. Kita belajar lagi, meski tantangannya sudah hampir selesai udah H-1 ini nduk tapi proses belajar masih panjang. Bismillah ya nduk.
#HarikeEmpatBelas
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#Melatih Kemandirian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar