Halaman

Rabu, 06 Desember 2017

Kemandirian Day 2





Haloo mamsky ketce...

Alhamdulillah bisa selonjoran di kampung halaman papsky (hahaha ceileh pakai bahasa papsky, kebawa becandaan di kampung kemarin) dan setelah 10 jam perjalanan dengan berganti-ganti 3 alat transportasi. Batang-Pekalongan (stasiun) menggunakan transportasi motor, lanjut Pekalongan-Semarang menggunakan kreta api, kemudian berganti lagi dari Semarang-Ngawi menggunakan mobil, dan Alhamdulillah kakak dan adek selama perjalanan happy-happy aja dan tidur malamnya pun pulas jadi mama bisa nulis meski postingnya menunggu pulang rumah (maklum provider yang mama gunakan tidak ada signal disini). Hari ke-2 tantangan kemandirian, pagi Alhamdulillah kakak Aiko bangun dengan mood yang bagus karena saat akan tidur kakak tahu kita akan naik kereta api ke Semarang (kakak Aiko suka sekali naik kereta api). Pagi ini bagi tugas dengan papsky, karena mama harus buat sarapan dan mempersiapkan barang-barang untuk mudik, awalnya papa hendak mengambilkan handuk dan mama mengingatkan kalau  "lagi mau ngajarin kakak Aiko untuk mandiri dalam hal mandi dan persiapannya" akhirnya kakak ambil handuk sendiri, untuk baju ganti sudah mama persiapkan baju untuk perjalanan pulang kampung. Beda mama, beda juga papa, kalau papa ini modelnya lebih teliti, mama melihat papa masuk ke kamar mandi dan ternyata sedang membantu kakak aiko menyabun punggung karena menurut papa kurang bersih namun selebihnya kakak Aiko mengeksekusinya sendiri, memakai baju pun bisa dilakukan sendiri untuk pagi tanpa drama yang berarti.

Mandi sore (karena dilakukan menjelang malam akhirnya jadi mandi malam deh xixixi) di rumah mbah kung sedikit berbeda penerapan kemandiriannya, kakak hanya diharapkan dapat mandiri dalam hal melepaskan baju, mandi, dan memakai baju, karena gantungan handuk yang tinggi sehingga sulit dijangkau kakak aiko, dan baju yang kakak Aiko gunakan dipersiapkan oleh mama karena memang sudah di packing sesuai kebutuhan penggunaannya. Mandi sore ditempat mbah kung Alhamdulillah lancar, meski masih perlu dipandu mana yang disabun, dan dicek bagian ini itu sudah disabun belum serta selalu diingatkan "ayo kak mandinya buruan" karena udara di kampung yang dingin sehingga mama khawatir jika kakak flu. Memang suatu hal yang membutuhkan konsistensi dalam suatu rentang waktu harus disepakati oleh satu team (keluarga) apa tujuannya dan bagaimana pelaksanaannya. Dan melatih kemandirian anak memang dibutuhkan kesabaran dan pengetahuan yang cukup, terkadang orang tua yang menjadikan anak gagal mandiri seperti mama Mia tadi, maksd hati agar kakak tidak flu karena cuacanya dingin tapi membuat Aiko jadi terburu-buru bukanlah hal yang tepat. Karena pada dasarnya setiap anak memiliki fitrah belajar, termasuk didalamnya belajar untuk mandiri.

Pemilihan tahap kemandirian untuk mempersiapkan kebutuhan sebelum mandi, mandi dan aktifitas setelah mandi bertepatan dengan perjalanan keluar kota membuat mama agak kesulitan (inkonsistensi), akhirnya ada beberapa hal yang masuk dalam pemakluman karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung.



#HariKedua
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#Melatih Kemandirian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar