Alhamdulillah setelah lulus tantangan ke-1 tentang Komunikasi Produktif sekarang maju lagi satu langkah masuk ke tantangan ke-2 "Kemandirian" meskipun all about KomProd masih berusaha dan selalu berusaha. Sama dengan tantangan sebelumnya, di tantangan ini kita memilih untuk melatih kemandirian pada anak (pilih salah satu anak), kemandirian diri kita sendiri atau bisa juga kemandirian pasangan.
Dalam tantangan kali rasanya pas dan nyambung banget, pas karena baru saja beberapa hari yang lalu sudah sempat ada niatan untuk melatih kemandirian si kakak (lagi) yang mengalami sedikiitt kemunduran setelah mempunyai adek, mungkin si kakak mulai ada rasa-rasa sibling rivalry. Kemandirian yang akan dilatih ke kakak sebenarnya sudah berjalan hanya saja kurang konsisten pelaksanaanya, kadang situasi dan kondisi yang tidak mendukung, si adek dan kakak lagi agak riweh atau waktu dan tempat yang kurang memungkinkan, akhirnya Mama ga konsisten. Padahal di awal-awal kelahiran Althar, saya dan suami memiliki komitmen untuk tetap mengutamakan kakak Aiko dan memberi pengertian sedikit demi sedikit mungkin karena emosi saya yang kurang stabil pasca melahirkan secara SC akhirnya si kakak sedikit terimbas. Dalam tantangan ini diberlakukan one week one skill, atau bisa juga dalam satu bulan melatih 1 kemandirian atau maximal 4 kemandirian dalam kurun waktu 1 bulan. Dan nyambung karena tantangan-kemandirian ini dilaksanakan setelah Komunikasi Produktif, jadi dalam pendekatannya kita bisa semaximal mungkin menggunakan komunikasi yang baik, sehingga komunikasi yang kita gunakan dan penerimaan anak lebih baik
Dari mulai dapat tugas kemandiriian di BunSay ini mama sudah ngajakin kakak ngobrol, kalau mama pengen banget anaknya tambah pinter, bisa mempergunakan tangan dan kaki yang diberikan Allah dengan lebih baik sambil memperlihatkan beberapa contoh anak yang kurang sempurna dan mereka mau berusaha, dan saat ditanya kakak mau jadi lebih pintar dan bersyukur?. Alhamdulillah kakak mengangguk dan mulai bercerita kalau tangan dan kaki untuk ini itu.
Selain itu ada hal yang sudah jadi perjanjian mama dan kakak Aiko, bahwa kakak Aiko boleh mulai sekolah kalau sudah mandiri dan aktifitas yang diwajibkan untuk bisa sendiri “makan, mandi dan segala persiapannya, BAK, BAB, dan persiapan untuk sekolah (keperluan sekolah, memakai sepaatu)” ada beberapa kemandirian yang kakak bisa sebenarnya termasuk memakai sepatu, BAK, mandi, makan hanya saja karena satu dan lain hal akhirnya kurang konsisten pelaksanaannya. dan di tantangan ke-2 ini Mama berencana ingin melatih kakak untuk mandi secara mandiri, mulai dari mempersiapkan baju, handuk, mandi hingga memakai baju.
Tantangan hari pertama kakak antusias, mulai dari mengambil handuk dan baju (sayangnya baju belum mama tata di almari jadi mama sedikit membantu karena baju masih berada ditumpukan setrikaan, dari pada pakaian yang lain jadi korban jadi kusut lagi hehehe). Mandi dan menyikat gigi lancar dilakukan dan yang bikin happy kakak malah minta keramas dan berani menyiram air dari kepala untuk membilas shampoo (biasanya paling ga mau disiram kepalanya, sekali siram langsung cari anduk alhasil anduk jadi basah sah sah). Selesai mandi kakak memakai bajunya dan kali ini doi memakai dress/rok (paling happy kalo setelah mandi ternyata pakainya dress/rok) dan kali ini mama bantu menutup resleting belakang karena ketrampilan kakak belum bisa meresleting bagian belakang badan. Selesai merapikan rambut (ini mama yang banyu mensisir) kakak mengembalikan lagi handuk ke tempatnya dan memasukan pakaian kotor ke kranjang. Alhamdulillah untuk hari ini, semoga besok tantangannya berjalan lancar mengingat besok kita mau mudik ke Ngawi, alhasil sesi mandi pagi harus lebih cepat dan si kakak di tempat “mbah dok dan mbah kung” bisa lebih kooperatif dan mama juga lebih konsisten.
#Haripertama
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#Melatih Kemandirian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar