Alhamdulillah bisa menuliskan Aliran Rasa perdana di IIP dan di kelas Bunda Sayang, karena di kelas sebelumnya (Matrikulasi) sudah bikin beberapa gambar niatnya mau dijadikan layout di video tapi akhirnya gambar hanya tersimpan di rak buku dan galeri hp dan belum sempat di posting karena belum ada feel yang menggerakkan untuk menambahkan tulisan biar nyambung disetiap gambarnya.
Di kelas Bunda Sayang yang menurut saya sangat aplikatif dibanding kelas Matrikulasi, disini kita bukan hanya bermain rencana dan hanya kita yang melaksanakan, tapi di kelas ini membuat kita langsung dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Games level 1, tantangan Komunikasi Produktif yang dilaksanakan rentang 17hari, dimana kewajiban kita adalah minimal melaksanakan 10 hari, membuat perubahan komunikasi saya baik dengan anak dan suami, dan ternyata keberhasilan komunikasi bukan hanya terletak dari kata-katanya tapi dari gesture dan intonasi yang digunakan. Sebagai pribadi yang mudah naik emosinya, tak jarang (sering berarti ya mam xixixi) hal kecil akhilnya menjadi besar karena jawaban atau kata-kata yang saya lontarkan biasanya plus dengan intonasi yang agak tinggi dan kadang acuh atau menyalahkan.
Dimulai dari tantangan ini, saya mencoba menata emosi, memperbaiki sikap dan intonasi yang saya gunakan. Tantangan terbesar saya dengan kakak Aiko adalah “waktu makan”, menurut saya karena latar belakang kakak Aiko yang pernah kena TB dan mengharuskan setiap bualannya BB harus naik 0,5-1 kg membuat saya selalu dan selalu menawarkan makan, dan waktu makan besar tiba banyak alasan yang dibuat kakak Aiko disetiap sesi makan, ada yang minta minum disetiap suapan, garuk-garuk kepala, memundurkan badan atau memutar badan setiap akan disuapin, mau makan jika disuapin (kalo ini adaknya adik jadi faktor terbesarnya), atau kadang menunjukan reaksi mau muntah saat disuapin setelah dipikir ulang mungkin karena setiap kali makan saya selalu memberikan alasan macam-macam. Mencoba menggunakan gaya Komunikasi Produktif disesi makan kakak Aiko, mencoba menggunakan kepala dingin, menahan segala emosi agar suasana makan kakak menjadi fun, dan itu berhasil hanya dalam waktu 15 hari kakak lebih fun makannya meski bukan lahap dan pastilah ini membuat mama “bahagia”. Adanya perubahan-perubahan yang terjadi membuat mama semakin tertantang menggunakan Komunikasi Produktif disetiap hal (meski ini tantangan yang besar, karena mama Mia berusaha mengubah yang menjadi kebiasaan mama dalam kurun waktu 30th, “gagal?” pastilah ada karena tidak akan mudah semudah membalikan telapak tangan, namun adanya perubahan yang terjadi memicu semangat mama untuk selalu ingin mencoba menggunakan komunikasi Produktif dan bisa menjadikan Mama ibu yang lebih baik ibu profesional.
Tidak hanya komunikasi dengan kakak AIko yang berubah, dengan Adek Althar dan papa mama juga berusaha mengubah pola komunikasi, seperti bagaimana cara melakukan komunikasi saat kondisi marah dan sedih menggunakan cara yang lebih apik. Seperti halnya kemarin, memiliki perbedaan yang cukup banyak diantara kami (mama dan papa) membuat itu semakin banyak terjadi sulutan demi sulutan emosi disaat situasi dan kondisi tidak menguntungkan. Seperti halnya kemarin mama berharap papa bisa mengertti apa yang menjadi harapan mama tapi ternyata papa kurang atau bahkan sama sekali tidak peka, kecewa pasti, merasa tidak dimengerti tentu saja, Namun semenjak mengerti bagaimana komunikasi produktif, akhir episode “ngambeknya mama” mama berusaha menggunakan komunikasi yang lebih santun, mencoba menyusun kata-kata yang bisa dimengerti dan tidak menyinggung, mengerti bahwa latar belakang yang berbeda-beda membuat kami harus selalu belajar berbenah, belajar mengerti, memahami dan memaklumi. dan disuasana yang kurang menguntungkan . Dan hasilnya meski dalam kondisi “marahan” ada kata-kata maaf di kiriman balasan papa, dan itu membuat mama “bahagia” . Dari kedua hal itu, mama jadi selalu ingin belajar dan berusaha menggunakan Komunikasi Produktif dikeseharian. Meski pada akhir tantangan mama Mia hanya mendapat badge dasar yang mama dapatkan di tantangan level 1 KomProd, tapi bukan itu finalnya, bagi mama game level 1 hanya pintu dan memberikan support tersendiri karena menjadikan komunikasi yang baik sesungguhnya bukanlah waktu 10 atau 15 harian, tapi seumur hidup.
Bahagia itu sederhana
Sesederhana melihat orang yang kita sayangi bahagia
Sesederhana mensyukuri setiap hal kecil yang terjadi dalam kehidupan
(dikutip dari short movie eka gustiwana)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar