Halaman

Selasa, 16 Januari 2018

Day 8 Melatih Kecerdasan Keluarga



Hai Mama ketce semua…..


Masuk diusianya yang ke-4 tanggal 17 Januari 2018 seakan menjadi momentum yang ditunggu, karena saat mudik terakhir kali pakpuhnya (pakde/ kakak suami)  berjanji akan mampir Pekalongan saat kakak Aiko Ulang tahun. Sebenarnya ultah Aiko belum pernah juga dirayakan, pernah sih anaknya nanya karena teman-teman sebayanya di perumahan sering  Akhirnya ulang tahun di tahun 2018 ini seperti noted banget, kakak mulai menanyakan kapan ulang tahunnya dan hari Rabu sudah termemory di pikirannya untuk berulang tahun.
dan kakak Aikopun tahu ulang tahunnya tahun ini jatuh di hari Rabu. Hampir setiap hari setelah memasuki bulan Januari kakak bertanya, ini hari apa, tanggal berapa, kok lama sekali. Kakak Aiko sudah mengetahui urutan hari, sehingga tahu kapan kakak Aiko akan berulang tahun yaitu hari Rabu.  usia masuk sekolah anak ditiap-tiap keluarga pasti dengan mempertimbangkan banyak faktor, yang utama pastilah melihat dari kesiapan anak, financial, sekolah yang sesuai kriteria, orang tua maupun lingkungan tempat tinggal dan pertimbangan lain yang semuanya pasti telah difikarkan masak-masak sehingga akhirnya muncul pilihan terbaik untuk anak dan keluarga. Karenanya tidak ada yang salah dengan memasukan anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah semenjak usia 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun maupun 7 tahun, karena setiap keluarga memiliki pertimbangan masing-masing. Nah kalo Mama Mia kebetulan yang memilih memasukan anak sekolah nanti-nanti saja, InsyaAllah langsung TK disaat usia anak 5 tahun, biarlah kakak menikmati bermain dahulu dan bisa melatih kemandirian di rumah dahulu. Kami memang menyepakati selain faktor usia yang menjadi pedoman kapan kakak Aiko bisa sekolah, kemandirian juga menjadi faktor utama, kami memberi syarat bahwa kakak Aiko boleh sekolah jika sudah bisa “mandi dan mempersiapkan baju sendiri, makan sendiri, BAK sendiri, BAB sendiri, meningkatnya kemandirian seperti memakai sepatu dan kaos kaki sendiri, dan minimal bisa berusaha kalau menemukan tantangan dirasa sulit.”

Sebenarnya pertimbangan masuk sekolah diusia 5 tahun tidak hanya  dari sisi kakak Aiko, tapi juga mama yang belum bisa bolak-balik membawa adek Althar, alat transportasi yang dimiliki berupa motor yang menggunakan kopling sehingga untuk membawa Aiko dan Althar dengan trayek panjang belum dapat ijin ya dari papa. Nah mau tidak mau untuk mengembangkan fitrah anak meski hanya di rumah mama dan kakak AIko sering melakukan permainan yang bisa juga dijadikan sebagai media belajar. Masih banyak PR permainan yang belum dibuat hingga sekarang, membuat rumah berbahan kardus, mewarnai gambar hewan dan mengenalkan hewan tersebut dialam bahasa english (gambar ini digambar sendiri pula biar irit).

Sedangkan untuk project hari ini bermain dan belajarnya menyelesaikan huruf Alfabet yang dari kemarin belum selesai juga pembuatannya hehe, maklumlah banyak iklannya mulai dari rutinitas pekerjaan Rumah dan adek Al yang lagi mulai latihan berjalan. Huruf Alfabet ini dibuat berbentuk pola kodok (ga terlalu terlihat ya) ha-ha-ha, cetakannya gambar kodok dan si kakak ya minta mtempelan magnetnya dibuat bentuk kodok. Alfabet lumayan menjadi tantangan buat kakak Aiko, saat melafalkan dengan bahasa Indonesia menjadi tantangan karena kakak Aiko terbiasa menyanyikan lagu ABCDE dengan lafal Inggris dan selalu lupa dengan huruf E yang dibaca i. Akhirnya Mama mencoba download lagu ABCDE versi Indonesia dan lebih mudah kakak Aiko menangkap jika menggunakan lagu dan untuk alfabet yang hapal malah huruf di depan ABCDE dan huruf alfabet terakhir yaitu “Z” k arena mirip huruf Za dalam huruf Hijaiyah katanya.

Selain belajar bermain melafalkan kakak juga belajar menuliskan huruf, meski baru 10 huruf yang ditulis dan memang tidak memaksakan harus bagus atau mau menuliskannya. Menulis huruf A B C D E F H I J kakak semangat dan lancar, nah saat huruf G dan K sudah dicoba beberapa kali dan kakak Aiko masih merasa sangat kesulitan sehingga belum mau menuliskannya lagi, ujung-ujungnya minta tidur. Meski setelah bangun malah memilih mainan angka. Hehehe terserah ya kak, kakak mau mainan apa saja boleh. Yang terpenting kakak Fun.

Membuat Kalung Dari Sedotan - Melatih Kecerdasan BunSay Level 3


Sore harinya saat kakak bermain dengan tetangga sebelah yang memakai kalung berbahan sedotan, si kakak juga pengin memakai, akhirnya cari-cari stock Sedotan di rumah. Dan malampun si kakak memotong Sedotan dan meroncenya menjadi kalung, dan jadilah kalung berbahan Sedotan ala kakak Aiko, yyiippiii. Semoga selalu bisa menjaga fitrahmu ya kak meski Mama yang tipe sumbu pendek ini terkadang kurang bisa menahan kalo gejolak-gejolak emosinya sudah mau keluar.


#Hari_ke_8
#Tantangan_10_Hari
#Kelas_BunSay_IIP3
#Familly_Project
#Game_Level_3
#Kami_Bisa





Tidak ada komentar:

Posting Komentar