Halaman

Senin, 05 Februari 2018

Melatih Gaya Belajar Anak Day 3





Hai mama Ketce, halu hola halu hola….

Benar setiap detik adalah waktu belajar bagi anak, bahkan hal yang tidak kita sadari ternyata adalah tempat dan waktu belajar bagi anak. Angin cukup besar hari ini, kakak sedang bermain di teras rumah seperti biasanya karena memang itu batas baginya untuk bermain sendiri kalau tidak didampingi oleh orang yang lebih tua. Suasana perumahan yang masih tergolong sepi karena, komplek perumahan kecil, belum full pembangunan rumahnya apa lagi kalau siang hari akan terasa lebih sepi karena mayoritas ibu bekerja. Pernah sekali membiarkan Aiko bermain dengan temannya (usia diatasnya, kisaran usia 7th) dan karena tipenya agresif kakak Aiko malah mengikuti sikap temannya tadi, dan dalam rumah terlihat saat si anak yang berusia 7th ini marah-marah ke temannya (laki-laki) sambil menendang-nendang ban sepedanya kakak Aiko yang tidak tahu duduk permasalahannya bak menjadi assistennya, ikut pasang muka cembetut dan dari dalam rumah terlihat bibirnya mengucapkan “he’eh” tanda setuju dengan ucapan temannya dan terlihat kakinya juga pasang kuda-kuda menendang ban meski tidak kena, berkaca dari itu mama mengijinkan Aiko kalau keluar sendirian hanya sampai batas jalan depan rumah, lebih dari itu bermain bersama.

Kakak AIko lari masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan “woww landai, landai”, kemudian lari lagi keluar dan saat masuk ke rumah sambil berlari, pasang posisi tangan seperti pesawat terbang dan bilang landai-landai”. Mama mengingat ini dapat bahasa dari mana, secara tidak pas penggunaan kata-katanya, apa hubungannya lari-lari dengan landai xixixi. Akinya mama bertanya

Mama : “Landai apa’an nduk”
Kakak : “Ga tau mah” jawab Aiko sambil meneruskan bermain
Mama : “Emangnya kakak denger dari mana?”
Kakak : “Aiko sendiri lah” eambil lari-lari lagi
Mama : “Harusnya tuh tau dulu kak, ntar kalo engga jadi wagu (nggak pas) dong”
Kakak : “Gapapa lah ma, kan ata atu @#$%^&*" makin ga jelas ngomongnya

Dan tiba-tiba Kakak lari sambil teriak "Mah aku tau, kan itu disuruh kak Ika". Owalah setelah dipikir-pikir ternyata kata landai dari guru ngajinya saat meminta bacaannya dilandaikan.

----------------------------------------------------------


Seharian mama di rumah Titi (yang telpon katanya lagi kurang sehat dan bisa sehat kalo ketemu dengan cucu-cucunya) Pulang dari tempat Titi dijemput papa sekalian pulang kerja, karena badan yang sudah loyo akhirnya kita mampir beli lauk untuk makan malamnya, di warung sudah ada beberapa pembeli dan kitapun mengantri tunggu giliran dilayanin


Kakak : “Mah antri sek kan ya?”
Mama : “Iya nduk, antri dulu kita” sambil cari tempat duduk dan ambil pisang di tas yang tadi dikasih Titi karena adek belum makan malam lumayanlah buat menahan perut adek sementara, dan ternyata kakak juga minta pisang
Kakak : “Kan yang datang bapaknya itu dulu ya mah, terus bapak yang itu kita terakhir mah” sambil nyengir

Ternyata efek project yang tidak disengaja “mengenalkan antri” di tantangan sebelumnya “Family Project” memberikan impact yang baik, yee Mama Happy

Pisang yang dimakan kakak Aiko hampir habis dimakan, tempat sampah berada -/+ 1 -1,5 m dari tempat kami duduk. Papa membuang kulit pisang dengan melempar seolah-olah bermain basket, dan plung masuk juga si kulit pisang. Mamapun mencoba membuang kulit pisang adek Al dan meleset, saat Mama minta tolong untuk diambilkan Papa bilang “Mama kan yang buang ya Kak, harusnya mama yang ambil kan harus bertanggung jawab”, kakak Aiko cuma diem sepertinya belum paham arti tanggung jawab, Mama menjelaskan arti tanggung jawab. Saat papa membuang untuk yang kedua kali ternyata meleset dan spontan papa minta tolong kakak Aiko mengambilkan dan kakakpun jawab spontan “Kan Papa yang njatuhin, papa yang tanggung jawab dong”. Sejak moment itu setiap hal yang bisa dikaitkan dengan tanggung jawab, pasti kata-kata Tanggung Jawab akan keluar dari mulut kakak Aiko, bukan hanya satu hal saat jalan-jalan dan kakak Aiko menjatuhkan baju yang digantung dan si kakak langsung mengambil dan mengembalikan ke posisi semula dan langsung bercerita bahwa dirinya sudah bertanggung jawab karena telah mengembalikan pakaian yang telah dijatuhkannya.

#harike3
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahBunSayIIP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar