Halau Mama ketce……
Lagi galau ini sebenarnya...ternyata bagi Mama game level-4 ini tantangan yang besar. Awal pemikiran Mama ingin mengenalkan angka, huruf Hijaiyah dan huruf alfabet ke kakak Aiko dengan beberapa gaya belajar dan melihat mana yang paling dominan yang mana, hanya saja dari awal pengenalan gaya belajar Kakak Aiko masih berubah-ubah, selain waktu yang Mama miliki, dan mood Kakak Aiko juga berperan maunya mainan ini dan ga mau itu, masa Mama mau maksa buat kakak untuk tiap hari belajar itu, pasti enggaklah karena Mama ingin Kakak belajar dengan lebih happy karena usia Kakak masih ditahap bermain jadi berusaha membiarkan kakak memilih apa yang Kakak Aiko suka, takut merusak fitrah belajarnya uhhuukkkk sampe ketelen inih ngomong begituan. Dan ternyata disaat membersamai anak tiap-tiap hal dan sikap yang anak lihat dan dengar ternyata adalah media belajar bagi anak dan didalamnya anak juga belajar secara langsung, seperti yang terjadi hari ini. Mama sedang telpon beberapa rias pengantin untuk minta jadwal bertemu, runtutan persiapan nikahan tata (Tante) nya. Sesaat setelah Mama mematikan telpon Kakak Aiko bertanya
Kakak : “Mama telpon siapa?”
Mama : “Tukang rias pengantin nduk” jawab Mama sambil meneruskan aktifitas nenenin dek Althar
Kakak : “Mau apa Ma?”
Mama : “Buat tata sayang, kan InsyaAllah tata bentar lagi mau nikah, nah ntar di dandanin sama tukang rias”
Kakak : “Ma Aiko nikahannya didandannin disitu juga ya”
Glekkk Mama kaget, dan pengen ketawa juga sebenernya tapi Mama mencoba melanjutkan obrolan pengen tahu sudut pandangan anak usia 4y tentang pernikahan. Awal cerita nikahan sebenarnya karena kakak suka lihat foto-foto pernikahannya Mama dan Papa dan pernah sekali waktu Kakak Aiko bilang mau nikahan karena tidak sengaja melihat berita Pak Jokowi menikahkan putrinya, dan Mama menjelaskan yang intinya “Kalau nikah itu nanti saat Aiko sudah tumbuh besar dan menemukan pasangannya (laki-laki) yang sudah dipasangkan sama Allah”
Mama : “Memang AIko udah besar?”
Kakak : “Belum nanti mah kalo Aiko udah besar, Aiko mau kuliah terus nikah”
Mama : pengen ketwa sebenernya, tapi unutk menghargai si kakak mama berusaha menahan emosi “Kan kalau kuliah berarti masih sekolah, kok nikah”
Kakak : “Kan kuliah sek Mah, terus Aiko cari cowok, kan nikah itu sama cowok Mah terus nikah”
Mama : “Memangnya nikah apa kak? mama menanyakan lagi seperti kejadian sebelum ini
Kakak : “Nikah kan kaya Mama sama Papa itu difoto (album pernikahan), Aiko didandani itu kan nanti ada cowoknya Mah”
Mama : “Iya kak, nikah itu nanti setelah kakak tumbuh besar dan udah dewasa kaya tata (tante), nah sama siapanya nanti Allah yang kasih, sekarang kakak jadi anak dan kakak yang pinter sek aja”
Kakak : “Iya mah, kan nanti nek aiko udah gedhe ini kan masih kecil masih anak-anak”
Mama : “Nah nek mau didandani nanti boleh pas Tata nikahan, nah nanti jadi gini (mamam memperlihatkan gambar pengapit/domas) kalau kakak mau”
Kakak : “Mau mah mau, nek dandan terus terus terus (tiap hari) ga boleh ya Ma”
Mama : ”Kalo masih anak-anak dandannya sisiran, bedakan biar rapi ya bolehlah tapi nek dikasih lipstik terus matanya dikasih biru-biru (efek sering lihat jual buah yang eye shadow pake warna biru) itu nanti kalau kakak udah tumbuh besar se Tata, se Mama”
Kakak : “Iyalah kan Aiko anak-anak”
Kalau begini rasanya pengen bilang bikin quote “Bilang ke Dilan yang berat itu bukan hanya rindu, tapi bagi emak-emak jaman now lebih berat menjawab pertanyaan anak yang bertubi-tubi dan menjelaskan sesuai akal nalarnya plus mendidik anak dengan menjaga fitrahnya”
Haha jelasin apa dijawab apa, gapapalah ya kakak yang penting kitah belajar, belajar apapun, kapanpun dan dimana saja karena belajar tidak memiliki ruang dan waktu.
Kalau dari hal tadi, gaya belajar kakak Auditori “Iya” dan Visual juga “iya” tapi entahlah emaknya masih galau menentukan mana yang dominan. Next pengamatan
#harike2
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahBunSayIIP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar