Halaman

Sabtu, 24 Februari 2018

Menjemput Passion Menulis



Banyak sekali ilmu yang saya dapat setelah mengikuti Institut Ibu Profesional (IIP), dari kelas matrikulasi diajak untuk lebih mengenal diri sendiri, dan apa tujuan hidup kita, bagaimana untuk meraih tujuan itu, bagaimana langkah kita untuk berubah memperbaiki kehidupan kita dan bagaimana kita menjadi agen perubahan untuk lingkungan kita. Meskipun saat ini tahapnya masih berusaha melakukan perubahan-perubahan kecil dalam diri dan keluarga terlebih dahulu, berharap nanti bisa menjadi agen perubahan di masyarakat.

Setelah lulus tahap matrikulasi next class yang diikuti adalah Bunda Sayang, sebelum masuk kelas Bunda Sayang saya diperkenalkan dengan WAG member IP Semarang dan disana banyak sekali belajar dari ibu-ibu pembelajar yang Masya Allah keren-keren sampai terkadang merasa hanya jadi remahan nastar di toples. Gapapalah katanya sih kalau mau keren maka harus berkumpul dengan orang keren biar ketularan kerennya, amin. Nah salah satu bukti kalo sudah ketularan kerennya dari ibu-ibu IP Semarang, sekarang ini sedikit upgrade jadi emak-emak jaman now soalnya udah punya Blog, padahal dulu boro-boro punya blog ngerti blog saja enggak, meskipun tulisan di blog masih itu-itu saja karena lebih banyak untuk setor tugas-tugas di kelas bunda sayang daripada posting artikel buah ide sendiri, maklumlah belum pede posting yang seperti itu tapi keinginan konsisten untuk menulis selalu ada semoga saja so far so good lah ya.

Qodarullah di IP Semarang mengadakan program pisah rumbel, jadi tiap anggota member diperkenankan memilih 2 rumbel yang sesuai dengan passionnya, awalnya menggalau rumbel mana yang akan diikuti karena keren semua, setelah diniatkan untuk menjaga konsistensi menulis serta update-update ilmu agar fullmom ini ga terlalu kudet nemploklah salah satunya ke rumbel Literasi Media, harapannya agar bisa menulis lebih baik dan semangat menulis lebih terjaga karena rasa-rasanya tiap tulisan yang dibuat masih biasa-biasa saja ga ada rasa cetar, WOW ato apa gitu. Dan benar di rumbel LM ada beberapa program yang dibuat cikgu Marita, ada program One Week One Post dan One Month One Post untuk mengasah kemampuan menulis anggota member. Padahal dalam hal apapun mood selalu berperan aktif termasuk menulis, ide menulis sering timbul dan tenggelam, terkadang saat banyak ide dan mulai duduk di depan laptop tiba-tiba bingung dari mana mulai menulisnya, sering ketik hapus ketik hapus, bahkan saat sudah mendapat beberapa alenia tiba-tiba ide menguap dan akhirnya mandeg dan lain sebagainya, lalu bagaimana dong membuat menulis menjadi passion? mari menjemput passion itu.

Dan pas banget barusan baca-baca tulisan saat mengikuti kelas matrikulasi ternyata mendapatkan tulisan ini sebagai pemacu semangat malam ini, ternyata sempat memasukan kegiatan Menulis sebagai hal yang disuka dan bisa (meski kenyataannya masih tertatih “sangat” untuk membuat tulisan)

Nah dari kacamata newbie ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjemput passion menulis :
  1. Melatih konsistensi menulis
Kata orang jawa “Tresno Jalaran Seko Kulino”, sama halnya dengan menulis, kalau membiasakan tiap hari menulis pasti akan merasa ada yang hilang disaat sehari saja tidak menulis karena sudah cinta. Bisa menulis apa saja dan dengan media apa saja, meski hanya sekedar cerita kegiatan sehari-hari. Dam untuk saya pribadi lebih memilih yang sifatnya memaksa seperti saat ini mengikuti rumbel, kalau saja bukan untuk One Week One Post di rumbel LM bisa jadi lebih memilih menemani tidur si adek yang dari kemarin sakit, akhirnya bisa karena terbiasa dan terbiasa karena terpaksa eeeaaaa.

  1. Memelihara Semangat Menulis
Kebanyakan orang akan bersemangat menjalani apa yang disukainya, biasanya ide muncul saat semangat lagi membara. Nah saya sendiri mengakui sering terpengaruh mood untuk melakukan dan tidak melakukan suatu hal termasuk menulis, saat mood belum keluar rasanya pikiran mandeg, ide hilang dan bingung memulai atau melanjutkan tulisan menjadi seperti apa. Kegiatan-kegiatan menulis seperti One Day One Post (ODOP) atau bisa juga masuk ke komunitas-komunitas blogger sebenarnya bisa menjadi solusi untuk memelihara semangat menulis, tapi bagi saya yang masih newbie dalam hal menulis baru berani dan belajar dulu di rumbel LM IP Semarang yang diampu mba Marita. Minimal untuk menjaga semangat menulis kita bisa mencari dukungan dari orang-orang yang terpercaya dalam bidangnya.

  1. Lakukan dengan bahagia
Untuk para newbie seperti saya, bisa dicoba untuk mencari kegiatan-kegiatan yang disenangi selain menulis. Seperti jawaban saya di Matrikulasi NHW#7, selain menulis saya juga suka menggambar, membuat mainan DIY atau sekedar kerajinan tangan, bermain dengan anak dan menyiapkan makan anak dll, nah beberapa kegiatan yang kita suka bisa diangkat menjadi tema tulisan. Dengan mengangkat tema yang kita suka dan kita tahu, menulis akan terasa seperti bercerita karena juga dari hati dan ide lebih bisa mengalir

  1. Tidak usah pasang target
Setiap orang yang menulis dan dipost di sosial media, pasti memiliki harapan agar apa yang ditulisnya bermanfaat bagi orang lain atau sekedar dibaca orang lain. Untuk penulis pemula seperti saya yang memang dasarnya kurang pede karena merasa tulisan-tulisan yang dibuat hanya untuk dibaca sendiri atau sebagai pengingat bahwa kita pernah membuat tulisan demikian tidak berani menargetkan ingin dibaca sekian atau disukai orang lain apa yang kita pos, takut baper nantinya.

  1. Menulis apa saja, tidak memikirkan bagus atau tidaknya
Saat mulai menulis tulislah apapun yang ada dalam kepalamu tidak usah terburu-buru memikirkan hasilnya, karena menurut cikgu yang bisa menilai itu orang lain jam terbang juga ikut menentukan. Makanya semakin sering menulis skill menulis otomatis akan semakin terasah.

  1. Buang Ketakutan di Awal
Beberapa kali mulai nulis, terkadang perasaan ini itu bermunculan, mulai dari takut kalo apa yang kita tulis tidak diterima orang lain, atau kita tidak bisa bersifat netral terhadap hal yang kita angkat dan terpengaruh subjektifitas. Akhirnya mulai meniatkan apa yang kita buat minimal bisa untuk pengingat diri, bermanfaat bagi orang lain adalah bonus. Meski demikian bisa membuat tulisan yang bisa bermanfaat bagi orang lain itu cita-cita yang berharap bisa dicapai.

  1. Belajar Percaya Diri
Ini salah satunya saya lebih nyaman menulis di blog dan bukan disosmed lain, karena dengan menulis di blog tidak banyak orang yang bisa membaca tulisan kita, masih sering merasa tulisan kita belum layak dibaca umum. Dengan memiliki blog ini juga menjadi salah satu wadah untuk berlatih menulis, berlatih menulis yang baik, dan melatih kepercayaan diri dimulai dari segelintir orang yang membaca postingan kita.

  1. Perbanyak membaca
Mungkin hampir semua penulis akan menyarankan “Perbanyak Membaca”, karena semakin banyak membaca semakin kaya ilmu dan ide yang bisa dituangkan dalam menulis. Meski saypun belum bisa banyak membaca buku, masih belum bisa membuat manajemen waktu yang baik masih sering kepontal-pontal dengan segambreng pekerjaan. Aktifitas membaca baru terbatas membaca status-status orang atao blog-walking saja.

  1. Ekspresi Hati dan emosi
Nah ini nih paling ampuh buat saya, bagi emak-emak jaman now yang gampang baper, menulis bisa menjadi salah satu terapi untuk menyalurkan emosi menjadi hal yang lebih positif dan bermanfaat.

Semoga berawal dari keterpaksaan pada akhirnya bisa menjadi habbit dan terciptalah passion. Karena sebenarnya menulis itu tidak ada hubungannya dengan bakat seseorang, tapi berhubungan dengan kebiasaan (habit) dan passion. Semakin terbiasa menulis maka semakin baik tulisan dan passionpun semakin meningkat. Semangat menjemput passion menulis.

2 komentar: