Sebagai seorang ibu yang hanya bekerja di ranah domestik dan memiliki suami yang Alhamdulillah lebih sering pulang larut malam karena memang tuntutan pekerjaan (sebenarnya pengen protes sih, tapi apa daya karena memang tuntutan pekerjaan, jadi lebih enak kalau disyukuri, enak dibadan dan pikiran hahaha, biar bisa waras karena kalo uring-uringan nanti si krucils yang bisa-bisa kena dampaknya 😇😇). Urusan komunikasi akhirnya hanya bisa disalurkan lewat tulisan ataupun komunikasi melalui telpon ortu atau teman lama meski hanya untuk say hello dan tanya kabar, atau ngobrol sama krucils 13m dan 4y1m meskipun jatuhnya hanya komunikasi 1arah tapi lumayanlah yang penting hati senang, baper-baper pada nguap 😄😄.
Nah untuk family reading time, Mama memang hanya mendiskusiin ke kakak Aiko, kenapa ga ke Papa juga atau semuanya diajak diskusi? Efek akhir bulan dan papa kerjaannya juga masih bijebun paling cerita kalo tantangan Minggu ini diminta lebih banyak baca bahkan harusnya seluruh personel keluarga dan dibuat Family reading time dan udah tau juga sih tanggapannya “Ya bagus dong, anak-anak dibacain buku cerita, nanti tak nyusul”. Pengen ketawa aja, mau nyusul kemana ini papa, tiap baca buku dapat 1 lembar aja langsung masuk alam bawah sadar a.k.a tidur 😃😃, gakpapa yang penting ada niat baik, teringat kata-kata Pak Dodik, meski lupa tuh kata-katanya gimana tapi intinya “Kita (saya dan anak-anak) yang melakukan dengan kesungguhan niscaya dengan sendirinya suami akan mengikuti” kira-kira begitulah saya mengartikan apa yang dimaksudkan pak Dodik, semoga bener karena kata-kata itu terngiang saat matrikulasi. Oh iya kembali lagi pada diskusi Mama dan kakak Aiko yang menelurkan hasil kalau baca bukunya saat tidur siang, tapi kalau Mama memang lagi sibuk maka dirubah jadi malam hari menjelang tidur.
Di hari ke 2 level 5, saat ditanya “Kakak hari ini pengen dibacain apa?”, bukannya langsung jawab malah mlipir dulu cerita “ Mah aku kan lagi suka males tata-tata mainan kan kalo udah dipake, jadi aku mau dibacain yang Eta Menata Mainan, owalah kakak Aiko minta dibacain Aku Bisa Jadi Anak Rapi, buku ini sudah dibaca beberapa kali menjelang tidur sampai dibeberapa bagian kakak Aiko jadi hapal kata-katanya.
Buku ini menceritakan Eta yang kehilangan beberapa krayon barunya karena saat mainan lupa membereskannya kembali ke tempatnya, Etapun mencari krayonnya yang hilang dan ia menginjak mainannya yang lain hingga membuat kakinya sakit, dan ternyata banyak mainan yang belum ditata kembali setelah selesai bermain, Etapun menata semua mainannya hingga rapi dan bersih, meski demikian krayon kuning yang dicari Eta belum juga ditemukan dan Etapun bertanya kepada ibu, tetapi ibu juga tidak melihatnya dan meminta Eta mengingat-ingat, Eta segera mengingatnya bahwa kemarin iya habis bermain krayon dengan temannya di teras, setelah dicari ternyata memang ada terselip di antara pot tanaman. Mulai saat itu Eta berjanji menata mainannya setelah selesai digunakan.
Sama dengan Eta, kakak Aiko pun berjanji akan menata mainannya kembali seperti Eta, tantangan kakak Aiko menata mainan kembali adalah selesai main dan kakak Aiko mengantuk. Pohon literasipun ditempel dengan judul buku pertama yang dibacakan di periode tugas ini, semoga pohonnya semakin banyak buahnya 😂😂.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Tidak ada komentar:
Posting Komentar