Halaman

Kamis, 31 Mei 2018

Tantangan ke-7 ke-3 ~ Rumah Kardus

Hai momi ketce….
Alhamdulillah bisa lanjut ke rapelan hari ke-3. Sebenernya tadi udah sempat ngantuk, hampir saja ketiduran dan hampir saja masuk ke alam bawah sadar. Bersyukur pukul 23.45 WIB kedengaran suara motor papa yang berarti papa sudah pulang kerja dan sudah sampa di depan rumah. Acara mengantukpun jadi buyar karena harus membukakan pintu dan membuat teh hangat untuk papa. Biasalah setiap akhir bulan pasti papa pulang larut.

Masuk hari ke-3 tantangan Game Level 7, qodarullah Mama kena virus Herpes zoster (cacar api). Tantangan menjadi lebih beradddd. Sebenarnya sudah beberapa kali juga terkena Herpes, namun hepres kali ini berbeda dengan Herpes sebelum-sebelumnya, bukan perbedaan pada jenis herpesnya tapi letak bagian tubuh yang terkena Herpes. Kali ini lipatan ketiak yang terkena dengan diameter yang cukup besar, kira-kira sebesar telapak tangan orang dewasa. Rasanya pun nano-nano ada gatal, perih, panas nyampur jadi satu. Ditambah kesulitan mencari posisi tidur yang nyaman karena harus menyusui malam hari, dan menjaga agar tidak menular ke yang lainnya.

Hari ke-3 tantangan ke 7 jatuh saat weekend, dan pastinya papa libur kerja. Seperti biasanya disaat libur seperti ini papa selalu mengajak keluar rumah, meskipun hanya sekedar muter-muter ataupun ukur jalan.
Maklumlah emak-emak yang ga ada liburnya jadi kadang lupa weekend dan tanggal merah, jadi pagi saat sahur udah ngobrol sama kakak kan muncul kesepakatan kalau rumah kardusnya mau dilapisi kertas kado princess, dan Mamapun sudah mengiyakan kalau besok pagi mau mengeksekusi rumah kardusnya agar dipercantik. Rencana tinggal rencana, weekend papa ngajakin jalan setelah urusan rumah beres, mempercantik rumah karduspun jadi tertunda karena emak dan kakak Aiko lebih milih diajak jalan-jalan daripada di rumah. Maklumlah keluar rumah itu termasuk salah satu me time-nya emak satu ini.

Pulang rumah lepas shalat isya, seperti biasa adek sudah tidur saat diperjalanan dan mungkin karena cape jadi saat ditidurkan ditempat tidur maaih saja lelap tidurnya. Si kakak yang mau diajak. Tidur malah ngajakin mempercantik rumah kardusnya. Hem si kakak masih semangat rupanya, okelah Mamapun berusaha mengimbangi semangat kakak. Mungkin karena seharian jalan, jadi “Hayatipun ikut lelah rasanya” dan jari telunjuk jadi korban terkena lem tembak.

Tugas si kakak memberi lem pada kardus agar memudahkan Mama memasang. Karena sudah larut dan mata juga tidak bisa diajak kompromi, akhirnya .membuat kesepakatan dengan kakak, kalau kardus yang diberi kertas kado satu sisi terlebih dahulu, dan dilanjut esok hari. Alhamdulillah si kakak setuju.

Adanya accident lem tembak membuat Mama kesulitan untuk mengambil dokumentasi. Di hari ke-3 ini mau ga mau tanpa foto prosesnya dan hanya ada foto hasilnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar