Assalamualaikum….
Hai Mama ketce. Hari ini memasuki hari ke-2 di setoran tugas Mama, kalau tantangan yang berjalan aslinya sudah sampai hari ke-15. Hari ini sampai dua hari berikutnya meski ngerapel tugas, tapi untuk tantangannya tidak dirapel kok. Inilah keuntungannya Ibu Rumah Tangga (IRT), waktu yang dimiliki untuk dihabiskan dengan krucils 24 jam sehari jadi bisa kapan saja selama si krucils on. Hanya saja karena beberapa kendala dan mencari-cari semangat yang hilangnya sedikit lebih lama, akhirnya setoran tantangan jadi latepost semua.
Rutinitas yang berubah, dari mulai sekedar memasak yang berubah jadi saat sahur dan saat hendak berbuka. Mama yang tidak bisa makan bersama kakak dan adek Al karena baru diperbolehkan makan saat adzan magrib dikumandangkan. Saat ikut ke Mushola yang terletak di depan rumah masuk waktu shalat Isya mendadak sholatnya jadi lama karena raka'at-nya jadi banyak. Kakak jadi bertanya lagi kenapa ada perubahan-perubahan seperti itu? Sebenarnya Mama sudah pernah menjelaskan sebelum masuk bulan Ramadhan, mungkin sudah menguap karena si kakak belum bersinggungan secara langsung dengan bulan Ramadhan, penjelasan yang panjang lebar pun jadi sulit untuk diingat.
“Ma, tadi aku capek shalatnya, tadi shalat Isyanya jadi banyak sekali Ma” kakak lapor sepulangnya dari Musholla.
“Iya lah, itu namanya shalat tarawih” papa ikutan komentar
“Tapi kan aku jadi capek” kata kakak
“Iya kak, itu namanya shalat tarawih, shalatnya hanya di bulan Ramadhan aja, ini kan lagi bulan Ramadhan” Mama berusaha menjelaskan
“Bulan Ramadhan itu apa Ma? Habis bulan Mei terus bulan Ramadhan ya Ma” Kakak Aiko bertanya lagi. Sepertinya lupa dengan apa yang pernah Mama jelaskan dulu sebelum masuk bulan Ramadhan.
“Bulan Ramadhan itu ……….” (penjelasannya panjang x lebar euy kalo ditulis). Intinya Mama message kakak kalau bulan Ramadhan itu bulan untuk berlomba-lomba ibadah dan kebaikan, nah nanti saat usianya menginjak 5 tahun mulai latihan puasa.
Nah agar si kakak lebih me’noted bulan Ramadhan, esok hari Mama mengajak kakak Aiko untuk membuat tempelan bertuliskan “Ramadan Mubarak”. Tujuannya agar si anak lebih ngerasa perubahan suasananya.
Benar, baru saja bangun tidur esok harinya si kakak langsung nagih minta membuat tempelan, seperti yang Mama janjikan semalam.
Menunggu Mama yang lagi cuci piring si kakak diberi tugas untuk mengambil kertas origami masing-masing warna 2 lembar, gunting, pensil dan penggaris. Rencananya Mama mau ngajakin kakak Aiko untuk membuat tempelan dinding yang berupa kertas yang ditulisi huruf-huruf, kemudian dimasukan dan dironce menggunakan pita, kemudian ditempel.
Rencana yang Mama susun si kakak yang mengeksekusi semua, dari mulai menggaris, memotong dan mewarnai yang pasti sesuai dengan arahan dari Mama. Sayangnya si kakak menolak katanya kalau semuanya nanti “aku capek” katanya dan meminta membuatnya bersama-sama dengan Mama.
Akhirnya dilakukan pembagian tugas, tugas Mama membuat pola, menggaris dan menulis huruf, sedangkan kakak Aiko menggunting, mewarnai huruf dan memasukan pita ke kertas yang sudah jadi. Seperti biasanya si kakak minta Mama menidurkan Adik Al dulu sebelum mengeksekusi pembuatan tulisan Ramadan Mubarak.
Kakak hepi-hepi saja saat membuat tulisan Ramadan Mubarak, meskipun hasil warnanya enggak rapi hihihi. Si kakak memang masih mau suka-suka dia. “Mah warnanya ga rata, gapapa ya? Aku kan masih belajar ya Ma?” Katanya. Mama mengangguk “Iya gapap nduk, Aiko kan masih belajar, nanti kalau tiap mewarnai usaha juga bisa lebih rapi dari sebelumnya. Meski terkadang pengen juga si kakak bisa mewarnai lebih rapi, tapi eh tapi khusus mewarnai kayaknya nurun dari emaknya, karena sayapun sampai sekarang tidak bisa mewarnai dengan rapi diusia yang sudah sangat matang a.k.a tua ini hihihi.
Yess tulisanpun sudah jadi dan sudah diselipkan pita di lekukan kertasnya. Mama bertanya kepada kakak mau ditempel dimana tulisannya? Si kakak minta ditempel di pintu kamar, akhirnya tulisan Ramadan Mubarak bisa terselesaikan dan si kakak hepi. Ah senangnya.
Sayangnya, saat proses pembuatan tidak bisa didokumentasikan salah dua faktornya karena? Yang pertama si Mama sibuk sendiri dan yang kedua karena sekarang si kakak susah buat difoto, mau difoto saat si kakak ingin difoto, kalau ngepas pengin difoto bisa cas cis cas cis tapi kalau lagi engga maunya ya enggak mau dan si anak berusaha gerak-gerak terus agar fotonya blur. Jadi kalau pas inget dan lagi pegang hp ya candid.
Assalamualaikum….
Hai Mama ketce. Hari ini memasuki hari ke-2 di setoran tugas Mama, kalau tantangan yang berjalan aslinya sudah sampai hari ke-15. Hari ini sampai dua hari berikutnya meski ngerapel tugas, tapi untuk tantangannya tidak dirapel kok. Inilah keuntungannya Ibu Rumah Tangga (IRT), waktu yang dimiliki untuk dihabiskan dengan krucils 24 jam sehari jadi bisa kapan saja selama si krucils on. Hanya saja karena beberapa kendala dan mencari-cari semangat yang hilangnya sedikit lebih lama, akhirnya setoran tantangan jadi latepost semua.
Rutinitas yang berubah, dari mulai sekedar memasak yang berubah jadi saat sahur dan saat hendak berbuka. Mama yang tidak bisa makan bersama kakak dan adek Al karena baru diperbolehkan makan saat adzan magrib dikumandangkan. Saat ikut ke Mushola yang terletak di depan rumah masuk waktu shalat Isya mendadak sholatnya jadi lama karena raka'at-nya jadi banyak. Kakak jadi bertanya lagi kenapa ada perubahan-perubahan seperti itu? Sebenarnya Mama sudah pernah menjelaskan sebelum masuk bulan Ramadhan, mungkin sudah menguap karena si kakak belum bersinggungan secara langsung dengan bulan Ramadhan, penjelasan yang panjang lebar pun jadi sulit untuk diingat.
“Ma, tadi aku capek shalatnya, tadi shalat Isyanya jadi banyak sekali Ma” kakak lapor sepulangnya dari Musholla.
“Iya lah, itu namanya shalat tarawih” papa ikutan komentar
“Tapi kan aku jadi capek” kata kakak
“Iya kak, itu namanya shalat tarawih, shalatnya hanya di bulan Ramadhan aja, ini kan lagi bulan Ramadhan” Mama berusaha menjelaskan
“Bulan Ramadhan itu apa Ma? Habis bulan Mei terus bulan Ramadhan ya Ma” Kakak Aiko bertanya lagi. Sepertinya lupa dengan apa yang pernah Mama jelaskan dulu sebelum masuk bulan Ramadhan.
“Bulan Ramadhan itu ……….” (penjelasannya panjang x lebar euy kalo ditulis). Intinya Mama message kakak kalau bulan Ramadhan itu bulan untuk berlomba-lomba ibadah dan kebaikan, nah nanti saat usianya menginjak 5 tahun mulai latihan puasa.
Nah agar si kakak lebih me’noted bulan Ramadhan, esok hari Mama mengajak kakak Aiko untuk membuat tempelan bertuliskan “Ramadan Mubarak”. Tujuannya agar si anak lebih ngerasa perubahan suasananya.
Benar, baru saja bangun tidur esok harinya si kakak langsung nagih minta membuat tempelan, seperti yang Mama janjikan semalam.
Menunggu Mama yang lagi cuci piring si kakak diberi tugas untuk mengambil kertas origami masing-masing warna 2 lembar, gunting, pensil dan penggaris. Rencananya Mama mau ngajakin kakak Aiko untuk membuat tempelan dinding yang berupa kertas yang ditulisi huruf-huruf, kemudian dimasukan dan dironce menggunakan pita, kemudian ditempel.
Rencana yang Mama susun si kakak yang mengeksekusi semua, dari mulai menggaris, memotong dan mewarnai yang pasti sesuai dengan arahan dari Mama. Sayangnya si kakak menolak katanya kalau semuanya nanti “aku capek” katanya dan meminta membuatnya bersama-sama dengan Mama.
Akhirnya dilakukan pembagian tugas, tugas Mama membuat pola, menggaris dan menulis huruf, sedangkan kakak Aiko menggunting, mewarnai huruf dan memasukan pita ke kertas yang sudah jadi. Seperti biasanya si kakak minta Mama menidurkan Adik Al dulu sebelum mengeksekusi pembuatan tulisan Ramadan Mubarak.
Kakak hepi-hepi saja saat membuat tulisan Ramadan Mubarak, meskipun hasil warnanya enggak rapi hihihi. Si kakak memang masih mau suka-suka dia. “Mah warnanya ga rata, gapapa ya? Aku kan masih belajar ya Ma?” Katanya. Mama mengangguk “Iya gapap nduk, Aiko kan masih belajar, nanti kalau tiap mewarnai usaha juga bisa lebih rapi dari sebelumnya. Meski terkadang pengen juga si kakak bisa mewarnai lebih rapi, tapi eh tapi khusus mewarnai kayaknya nurun dari emaknya, karena sayapun sampai sekarang tidak bisa mewarnai dengan rapi diusia yang sudah sangat matang a.k.a tua ini hihihi.
Yess tulisanpun sudah jadi dan sudah diselipkan pita di lekukan kertasnya. Mama bertanya kepada kakak mau ditempel dimana tulisannya? Si kakak minta ditempel di pintu kamar, akhirnya tulisan Ramadan Mubarak bisa terselesaikan dan si kakak hepi. Ah senangnya.
Sayangnya, saat proses pembuatan tidak bisa didokumentasikan salah dua faktornya karena? Yang pertama si Mama sibuk sendiri dan yang kedua karena sekarang si kakak susah buat difoto, mau difoto saat si kakak ingin difoto, kalau ngepas pengin difoto bisa cas cis cas cis tapi kalau lagi engga maunya ya enggak mau dan si anak berusaha gerak-gerak terus agar fotonya blur. Jadi kalau pas inget dan lagi pegang hp ya candid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar