DAY 1
“GA PERLU MEWAH”
Menjadi Kreatif untuk Anak yang Kreatif
Level 9 ini tantangannya “Be Creative”. Dan sebenarnya setiap orang itu kreatif mulai dari hal kecil hingga hal yang besar. Semua bisa, karena tantangannya hanya mau atau tidak mau. Kata orang-orang yang dekat dengan saya, saya sedikit kreatif dan ulet bukan ulet yang ada di pohon lho tapi ulet disini artinya telaten. Yah lumayanlah minimal bisa membuatkan mainan untuk anak, dan saya pun tahu penyakit terbesarnya adalah “mood” saya.
Kalau diperhatikan setiap harinya, pasti tiap orang itu kreatif kok, jangankan anak-anak yang lekat dengan dunia imajinasi, bahkan ibu-ibu dengan keterbatasan ruang gerak, waktu, dan kesibukan yang menyitapun tanpa sadar juga kreatif. Seperti kejadian hari ini yang bikin nasi suami dan ternyata sisa beras yang ada tidak cukup untuk makan satu hari namun karena butuh nasi matang pada pagi hari dan warung terdekat juga belum buka, dimasaklah sisa beras itu. Dan emak-emak seperti saya pastilah malas kalau mau masak lagi hanya untuk seporsi makan meskipun seporsi makan saya itu juga dua pori makan orang normal ππ tapi dasar emak selalu menimbang, ga efektif, boros listrik, tenaga, harus nunggu tempat penanak nasinya dingin dll. Mau makan nasinya tapi pasti mendahulukan anak dan suami. Dan taraaa akhirnya jadilah mie tek-tek ala kadarnya dengan bahan-bahan yang ada di kulkas, meski karena telur habis jadi menggunakan sisa telur dadar tadi pagi. Ah ini mah kreatif apa doyanan ya?
Masuk ke Game Level 9 ini tentang masalah berbikinan sesuatu apalagi dari sisa bahan sebenarnya sudah diterapkan lama, awalnya merasa sayang membeli mainan kalau kita bisa membuat sendiri dan kedua bahan yang kita pakai relatif lebih aman. Setiap kakak minta mainan, Mama sering mengajak kakak membuat sendiri dan memberikan imajinasi. Dan akhirnya terpola membuat mainan sendiri. Sampai pernah si kakak pengen beli baju mermaid atau baju princess tapi malah bilang, nanti kita bikin baju princess Elsa ya Ma atau mah nanti bikin baju mermaid. Si anak taunya emaknya serba bisa kali ya, engga tahu mood itu ikut andil banget.
Hari ini ada hal apa yang Mama anggap kreatif. Mama hari ini punya sisa ampas kelapa, saat si kakak tahu langsung girang dan si kakak punya ide buat dijemur katanya mau dijadikan beras-beras an (hal ini pernah dilakukan sebelumnya) dan setelah kering si kakak langsung minta diwarnai merah, tidak ketinggalan adek Althar pun ikut meramaikan a.k.a bikin berantakan π
π
. Si ampas kelapa yang awalnya saat dijemur mau dijadiin beras setelah kering si kakak malah berimajinasi ampas menjadi es krim bahkan roti yang harus di oven dulu saat kita bermain jual-beli (padahal ga mirip yah? Ah entahlah mungkin imajinasinya diluar batas imajinasi emaknya).
Nah hal kreatif lain yang didapat hari ini, saat si adek bermain rumah-rumahan. Entah aktivitas apa yang adek lakukan dalam rumah kardus tersebut sampai-sampai si rumah roboh padahal atasnya ada kursi plastiknya. Si adek yang mau keluar melalui dalam kardus (menerobos) tapi karena ujung kardus tertutup kursi plastik membuat adek gagal setelah dicoba beberapa kali tanpa hasil, adekmulai nangis karena merasa kesulitan keluar. Adek mulai menangis dan emak pengen ketawa sebenarnya. Si kakak yang sedang makan mempercepat makannya, awalnya Mama tahunya si kakak mau ngebantuin si adek Eh ternyata si kakak menggunakan momen robohnya kardus rumah-rumahan sebagai media seluncurannya, mulai dari seluncur duduk sampai model tidur. Si adek yang awalnya menangis jadi mengikuti permainan kakak seluncuran di kardus. Melihat kakak sambil teriak-teriak ternyata imajinasinya si kakak menjadi princess yang sedang bermain salju. Si adek ikut jadi penggembira, emaknya ikut gembira karena anak-anak bisa disambi mode on…
#tantangan 10 hari
#game level 9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
π‘ππ⭐⭐πππ±π±π±π±ππ⭐⭐πππ‘


Tidak ada komentar:
Posting Komentar