Assalamualaikum…
Mungkin di day sebelumnya Mama pernah menyinggung kalau si kakak Aiko di usia 4,5th nya belum sekolah. Banyak pertimbangan sebenarnya, kami sepakat mulai menyekolahkan disaat kakak sudah bisa mandiri dan kakak Aiko pun tahu dan menyetujuinnya. ada beberapa hal yang kami sorot kemandiriannya untuk membantunya saat bersekolah, yakni kemandirian dalam hal mandi, makan, BAK, memakai baju sendiri dan itu dilakukan secara berkesinambungan yang bagi kami artinya kakak punya kemandirian dan bisa mempersiapkan diri saat akan bersekolah. Selain itu juga karena Mama yang hanya bekerja diranah domestik, sehingga memiliki banyak waktu luang untuk bermain-main dengan kakak di usia 4th. Biarlah sementara waktu kakak bermain dan belajar. Takut si kakak bosan kalau sekolah terlalu dini (seperti sepupunya). Di sekolahkan mulai dari PAUD dan saat SD baru 1 tahun kemudian minta berhenti sekolah.
Saya dan kakak sedang memulai sekolah dirumah tapi bukan homeschooling karena tujuannya melatih ketrampilan si kakak, daripada main tidak beraturan. Hari ini temanya menggambar dan mewarnai. Padahal baru 2 pekan kegiatan ini dimulai tapi si kakak katanya bosen mewarnai pakai krayon maupun pensil warna. Biasanya kalau mogok gini tapi bilangnya bosen atau sejenisnya berarti ada yang doi ingin lakukan. Mama tanya kakak mau gimana, tapi belum yakin mengutarakan keinginannya. Kakak mau Mama yang gambar? Tanya saya ke kakak. Dia bilang iya ma, Mama aja yang gambar nanti kakak yang mewarnai. Akhirnya lembaran buku gambar saya bagi menjadi dua dengan garis, saya menggambar di satu sisi. “Oke kakak minta digambarkan apa?” tanya Mama. “Mau digambarin bunga aja ma” usul si kakak. Corat coret sebisanya jadilah bunga dalam pot. “Terus mau diwarnain pakai krayon?” tanya Mama. Kakak menggeleng “Enggak ma, kakak mau mewarnainya pakai ini, tarraaa” dikeluarkan kertas origami warna warni. Owalah ternyata ini toh yang doi pengen. “Ya udah to diwarnain pakai ini, mau disobek kecil-kecil?” tanya Mama karena memang dahulu pernah melakukan hal ini dengan kakak. “Enggak mau, aku maunya digunting aja nanti ditempelin biar gambarnya warna warni” kakak menjelaskan. “Ohhh kakak mau Mama gunting bentuk gini, terus ditempel gitu?” tanya Mama yang dibalas anggukan oleh kakak Aiko. “Oke deh siap, Mama minta tolong ambilin gunting sana”. Si kakak mengambilkan gunting. “Kita pakai origami sisa aja ya kak, sayang kalo yang masih utuh” kata Mama.”oke mami” jawabnya.
Mama mulai memotong origami sesuai bentuk yang digambar, sengaja membuat beberapa warna agar nanti hasilnya lebih berwarna. Si kakak sepertinya mulai tertarik menggambar, namun entah apa yang digambar. “Taraaa Mama aku bikin Princess Bell (princess di beauty and thw beast)” sambil menunjukan gambarnya. “Bell nya yang mana?” tanya Mama, karena digambar kakak ada 3 objek. “Ini lho ma bellnya” kakak menunjuk gambar orang yang paling besar. “Lho yang ini siapa kak?” Mama menunjuk yang lainnya. “Ini anaknya Bell Ma, lagi minta mainan balon” kata kakak menjelaskan gambarnya.
Nah setelah Mama selesai kakak mulai menempel potongan origami yang Mama buat. Dan kakak memang tidak pernah suka kalau gambarnya beda-beda warna. Satu bunga warnanya sama semua, meskipun Mama sudah mencoba memberi ide “Bagus kali ya kak kalau bunganya warna-warni, tengahnya apa nanti bunganya apa”. Tapi si kakak memang dari usia 14 bulan lebih suka mengelompokkan barang dengan warna sejenis, diacak-acak lagi tapi kembali lagi ditata dengan warna atau bentuk yang sejenis. Si Kakak sempat protes juga karena lem kebetulan habis dan akhirnya untuk menempel kertas, Mama memakai “upo” dalam bahasa Jawa yang artinya nasi. Setelah selesai menempel origami di gambar ternyata kakak pengen ngegambar juga, gambar bunga sama seperti Mama katanya.
#tantangan 10 hari
#game level 9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative
π‘π‘ππ⭐⭐πππ±π±π±π±ππ⭐⭐πππ‘π‘


Tidak ada komentar:
Posting Komentar