Assalamualaikum..
Hari ini Mama rencana mau bikin uang-uangan. Permintaan kakak udah dari beberapa hari yang lalu. Doi pengen jual-jualan tapi pengen ada uangnya jadi minta buat sama-sama dengan menggunakan kertas. Sekalian lah digabungin sama tema mengenal bentuk angka. Sebelumnya kami pernah juga membuat uang-uangan. Sudah lama, tepatnya setelah dapur mini dari kardus kakak jadi, si kakak maunya jual-jualan tapi maunya pakai uang-uangan dari kertas. Dan biasalah emak ngirit beraksi, daripada beli uang bohongan yang Mama yakin lambat lain hilang atau sobek atau entah kemana mending buat sendiri. Bagi tugas juga, Mama menggambar dan menulis kalo Kakak mewarnai dan memotong dengan gunting lumayanlah sekali dayung dua, tiga pulau terlampaui. Nah kalau sekarang si kakak maunya hanya diberi angka saja katanya, karena sekalian untuk kakak belajar menulis angka.
Kakak minta Mama yang menggaris kertasnya untuk memudahkan kakak memotong kertas. Setelah kertasnya jadi si kakak menulis angka, Minggu kemarin baru belajar membuat angka 1sampai 5, dan rencananya hari ini melanjutkan sampai 10. Kakak minta membuatnya dengan keras origami, katanya biar warna warni. Meski karena kurang akhirnya menggunakan kertas putih biasa kemudian ditulis angka. Sayangnya untuk dokumentasi tidak sempat dan sekarang ga tau uang disimpan dimana sama kakak Aiko, gapapalah ya seadanya 😅😅.
Si kakak ga mau kalau menulis sendirian, maunya Mama juga ikut menulis, Mama belajar juga katanya. Mama dan kakak menulis angka secara bergantian. Awalnya hanya menulis sampai 10 karena saking asyiknya kakak menulis angka sampai 18. Kakak minta semua potongan uang yang belum ditulis dimasukan ke dalam toples, nanti yang akan menulis memilih sambil memejamkan mata (merem) lalu menyebutkan warna, setelah itu orang yang lainnya yang memutuskan berapa Nol yang ditulis dibelakang angka. Setelah uang dicetak uangpun digunakan untuk alat transaksi. Khusus hari ini kakak berjualan pakaian, karena si adek mengacak-acak kardus yang berisi pakaian-pakaian adek jaman bayi, karena tidak ada meja sungguhan jadi sementara memakai meja kardus. Nah kebetulan kardus yang dipakai alas buat adek berisi baju bekas. Saat adek tau ya akhirnya, keluarlah semua baju memenuhi ruang depan.
Melihat baju-baju, si kakak jadi mau jualan baju-baju bekas, dan kali ini kita mempunyai uang sendiri untuk transaksi. Tapi ternyata mainan ini tidak bertahan lama, setelah bosen si kakak malah memainkan kardus sebagai kapal kayanya. Berkali-kali mereka naik dalam kardus yang kemudian kembali oleng dan jatuh, yang akhirnya setelah sampai tutup dengan gelaktawa adek dan kakak.
💡💡🍁🍁⭐⭐🍁🍁🌱🌱🌱🌱🍁🍁⭐⭐🍁🍁💡💡



Tidak ada komentar:
Posting Komentar