Hari ini mau bikin cerita princess kok rasanya susah berekspresiπ
π
. Akhirnya jujur sama kakak kalau enakan Mama cerita pakai hewan-hewan, karena hewan itu banyak jenisnya. Alhamdulillah si kakak okey okey aja. Day 3 cerita tentang fabel again cuzz..
π€ππ€ππ€ππ€ππ±π»π±π€ππ€ππ€ππ₯ππ€π
Di hutan yang sangat luas tinggallah dua sahabat. Cheki anak ayam hutan dan Birdi Burung putih kecil.
Mereka selalu bersama-sama kemanapun. Bermain Bersama, mencari makan bersama, semua dilakukan bersama-sama. Seperti tidak bisa terpisahkan. Mereka pun tidak tahu mengapa mereka ada di hutan seluas ini hanya berdua, dimana orang tua mereka bahkan mereka tidak tahu apakah mereka memiliki saudara atau tidak.
Mereka semakin beranjak besar. Pagi itu mereka memutuskan untuk mencari makan buah-buahan. “Cheki bagaimana kalau hari ini kita mencari Jambu untuk sarapan pagi kita” usul Birdi si burung kecil. “Usul yang bagus Birdi, aku sepertinya juga sudah lapar” jawab Cheki si ayam kecil sambil memegangi perutnya yang rasa-rasanya sudah minta diisi makanan.
Merekapun bergegas masuk ke hutan, di perjalanan mereka melihat pohon Jambu dengan buah yang lebat dan sepertinya sudah masak buah-buahnya.
Kruuyyuukkk terdengar suara perut yang sepertinya kelaparan dan segera minta diisi makanan.
“Wahahahaha…..” mereka berdua tertawa mendengar ada perut salah satu dari mereka yang berbunyi.
“Ahhh aku lapar sekali..” eluh si Cheki sambil memegang perutnya dengan memasang muka memelas nya.
“Kalau begitu, ayo kita ambil Jambu itu” kata Birdi sambil menunjuk jambu yang sudah masak pohon.
“Okey Birdi, pasti Jambu itu manis dan segar” sambut Cheki riang dengan mata berbinar.
Mereka berdua mencoba menggambil Jambu yang sudah masak pohon. Sekuat tenaga Cheki menggunakan tenaga dan kemampuan meloncatnya yang seolah menyerupai terbang.
“Yeeeeyyy lihatlah aku Birdiiii, loncatanku seolah-olah aku bisa terbang” seru Cheki sambil ancang-ancang untuk meloncat untuk mengambil jambu yang menggelantung.
“Wwaaaoooww kamu bisa terbang, meski tidak tinggi.. tapi itu hebat Cheki” Birdi menimpali dan memuji Cheki.
Lambat laun Jambu yang bisa dijangkau mereka pun habis. Ternyata lebih banyak Jambu yang menggelantung di atas. Tapi sayangnya mereka tidak bisa mengambil karena loncatan Cheki tidak seberapa tinggi, sedangkan Birdi si burung kecil belum tahu kalau dirinya sebenarnya bisa terbang.
Cheki berusaha meloncat berkali-kali hingga kelelahan, dan itu membuatnya lapar kembali. Sedangkan Birdi hanya meloncat-loncat khas burung, dan sesekali memakan Jambu yang Jatuh di tanah.
“Birdi bagaimana kalau kau mencoba mengepakan sayapmu seperti aku tadi” kata Cheki ke Birdi yang sedang membersihkan paruhnya karena terkena tanah saat ia mencoba mengambil Jambu yang sudah jatuh.
“Sepertinya sulit Cheki, apalagi aku kecil..Kau saja yang berbadan lebih besar dariku dengan sayap yang besar pun hanya bisa loncat dan terbang tidak bisa mencapai Jambu itu” jawab Birdi sambil menunjuk jambu yang berada di atas pohon.
“Mencoba Birdi apa salahnya..Emm bagaimana kalau kau naik ke punggungku dan kita loncat bersama” usul Cheki.”Dengan begitu loncatan kita akan lebih tinggi” Birdi menerima usul Cheki. Beberapa kali mereka melakukannya. Mereka sudah mendapatkan beberapa Jambu lagi. Namun Cheki menyayangkan jika Jambu-jambu yang diatas busuk dan hanya Jatuh ketanah.
“Birdi..tadi kita sudah berhasil loncat bersama, bagaimana jika kau coba mengepakan sayapmu setelah kita meloncat bersama” Cheki bertanya pada Birdi. “Ehhmmn aku..aku takut Cheki” terbata Birdi menjawabnya.
“Apa yang kau takutkan Birdi?” Cheki bertanya dengan harapan bisa membantu sahabatnya.
“A..aakkku, aku takut jatuh” Birdi menjawab dengan menunjukan kepalanya.
“Aku tak akan membiarkanku jatuh, jika itu sampai terjadi dengan badan besarku ini aku akan menangkapnya” Cheki berjanji pada Birdi
“Eehhmm...ehhmm..” Birdi berfikir kembali
“Aahh ayo Birdi tunggu apa lagi, kau tidak akan tahu kalau tidak mencoba…” Cheki menarik sayap Birdi.
Birdi hanya mengikuti langkah Cheki, meski ragu ia hanya menurut tidak bisa menolak, benar kata Cheki kalau tidak dicoba ia tidak akan tahu. Kata-kata itu memberi semangat tersendiri untuk Birdi. Mereka mencoba beberapa kali, jangan ditanya beberapa kali mereka gagal. Namun Cheki selalu berhasil menangkap Birdi saat akan jatuh dan berusaha memberi semangat lagi. Dan akhirnya….
“Yeeeaaayyyy Chekkkiiiiii, lihatlahhh……” seru Birdi saat ia bisa mengepakan sayapnya dan itu...tinggiii…
“Wwaaahhhh kammuu tterrbbbaangg Birrddiiii…” seru Cheki dari bawah dia tertegun.
“Iya Cheki, aku ternyata bisa terbbaaangg” teriak Birdi diatas sana senang.
“Kamu hebat Birrddiiii, kamu hebat…” teriak Cheki lagi
Birdi turun sambil membawa segerombol Jambu yang matang.
“Ini untuk kamu Cheki, terimakasih sudah membantuku sehingga aku bisa terbang” kata Birdi sambil menyerahkan Jambu yang ia petik.
“Ahh ini kan kamu yang mengambil dan tentang terbang aku hanya membantu meloncat saja” jawab Cheki merendah.
“Tidak hanya meloncat-loncat Cheki, kamu memberikan aku semangat dan kamu selalu ada untuk membantuku..saat aku jatuh dan saat aku patah semangat.
“Pegang ekorku Cheki, dan akan ku bawa kau terbang” Birdi mengarahkan ekornya agar bisa dipegang oleh Cheki. Kemudian mereka terbang bersama.Meski tidak bisa terbang tinggi tapi Cheki senang bisa melihat hutan mereka dari atas. “Indahnya…..terima kasih Birdi..” gumam Cheki sambil tersenyum senang.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
π€ππ€ππ€ππ€ππ±π»π±π€ππ€ππ€ππ₯ππ€π
Tidak ada komentar:
Posting Komentar