Assalamualaikum…
Setelah kemarin mencoba mendongeng dengan perasaan yang ga PeDe ๐
๐
. Dan mata yang hampir terpejam karena diserang rasa kantuk yang datangnya tiba-tiba.
Seperti request kakak Aiko yang minta dibuatkan cerita dengan menggunakan objek princess dan bukan menggunakan hewan sebagai objek ceritanya. Hadeehhh tantangan bertambah, meski bisa sama saja ceritanya tapi rasa-rasanya kalau objeknya princess harus disertai suasana yang sedikit indah dan Tutur kata yang sedikit lembut. Entahlah bisa nggak dibuat sedemikian rupa. Let’s kita coba saja membuat nya.
๐ธ๐ธ๐บ๐บ๐ธ๐ธ๐บ๐บ๐ฑ๐ธ๐ธ๐ฑ๐บ๐บ๐ธ๐ธ๐บ๐บ๐ธ๐ธ
Princess Alona mendengar suara burung-burung yang sedang bernyanyi bersahutan diluar kamarnya, menandakan hari sudah pagi. Setelah menggeliat princess Alona beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela berukuran cukup besar yang ada di kamarnya. Dibuka jendela itu agar sinar matahari dan udara pagi bisa masuk ke dalam kamarnya mengganti udara yang semalaman ia hirup. Di sapanya Kiki dan Koko yang sedang bertengger di batang pohon sambil mengalunkan kicauan indah, membuat tenteram hati yang mendengarnya.
Princess Alona tersentak mengingat pagi ini merupakan jadwalnya untuk mencuci sedangkan sinar matahari semakin menampakan diri pertanda hari sudah siang. pakaian semua anggota keluarga tanpa terkecuali milik Aluna. Ya Aluna saudara kembarnya.
Sementara di dalam kamarnya princess Aluna sedang tiduran, Aluna masih ingin tiduran seperti ini. “Mumpung Ayah dan Ibu pergi, kapan lagi aku bisa bangun siang hari” gumamnya sambil terkekeh pada diri sendiri. Sebenarnya Aluna juga memiliki tanggung jawab pekerjaan rumah seperti Alona tapi hari ini ingin rasanya tidak mengerjakan apapun.
Ya Ratu Meilia memang memberikan tanggung jawab pekerjaan rumah kepada masing-masing anaknya. Baik princess Alona maupun princess Aluna. Princess Alona bertanggung jawab terhadap pakaian-pakaian kotor yang harus dicuci setiap harinya. Princess Aluna bertugas menjaga kebersihan rumahnya.
Tokk..Tokk..Tokk!!! Pintu kamar Aluna digedor keras dari depan.
“Iiihh siapa sih, ganggu aja tidur orang” runtuknya dari bawah selimut.
“Luna bangun...sudah siang..” teriak Alona dari luar kamar. Aluna merapatkan selimutnya hingga menutupi kepala berharap gedoran pintu tidak lagi terdengar.
“Brakk..brakk brakk..Luna bangun, atau aku telpon Ratu Meilia dan melaporkan bahwa jam segini kamu masih saja tiduran” ancam Aluna agar saudara kembarnya ini bangun dari tidur malasnya.
Mendengar nama Ibu Ratu disebut-sebut, Aluna tersentak. “Hah apa ibu Ratu sudah pulang?” tanyanya pada diri sendiri. Kemudian dia beringsut menuruni tempat tidur dan dengan cepat membuka pintu kamarnya.
“Lona memangnya Ibu Ratu sudah pulang?” tanyanya kemudian pada Alona setelah membuka pintu.
“Hemm dasar pemalas jam segini baru bangun, bangunpun karena tadi nama Ibu Ratu disebut, kamu takutkan?” jawab Alona ketus yang kemudian terkekeh karena triknya berhasil digunakan untuk membangunkan saudara kembarnya yang malas.
“Ahh kakak ini, aku kan masih….”
“Brakkk….” hampir saja Aluna menutup kembali pintu kamarnya namun ditahan oleh kaki Alona.
“Ayo kerjakan tugasmu, sudah siang ini” Alona mengingatkan
“Tapi kan….” Aluna menggantung kalimatnya, takut kalau-kalau membuat Alona semakin marah.
“Atau begini saja Luna, kita kerjakan bersama-sama, kamu membantu tugasku dan aku membantu tugasmu, bagaimana?” Alona memberikan penjelasan dan diakhiri dengan tarikan bibirnya melengkung keatas.
“Baiklah, aku setuju” jawab Luna masih belum bersemangat.
Akhirnya mereka berdua mengerjakan tugas itu bersama-sama. Awalnya mereka mencuci baju terlebih dahulu agar bisa dijemur takutnya kalau mencuci kesiangan baju-baju itu tidak kering. Dalam waktu sebentar mencuci pun beres. Kemudian mereka beralih membersihkan rumah. Membersihkan rumah merupakan tanggung jawab Aluna sehari-hari. Karena dikerjakan berdua, membersihkan rumah jadi cepat selesai.
“Krriiiuuukkkk…” perut Aluna berbunyi. Mereka berdua sama-sama tertawa mendengar perut Aluna berbunyi. Menandakan empunya perut lapar. “Bagaimana kalau kita membuat sarapan bersama?” Aluna memberikan usul. “Wahhh ide yang bagus” jawab Alona dengan mata berbinar. Dalam hitungan menit dua piring nasi goreng, dua orange jus sudah siap di meja. Padahal mereka tadi memasaknya sambil sesekali bercanda. Kini mereka siap menyantap nasi goreng yang terlihat menggiurkan.
“Lona terimakasih ya…” kata Aluna disela-sela makannya.
“Untuk…..” Alona menggantung pertanyaannya
“Idemu yang brilian, untuk mengerjakan semua bersama-sama” jawab Luna kemudian
“Heeemmm…..” jawab Alona dengan sedikit menyombongkan mukanya
Kemudian mereka berdua tertawa, ternyata benar jika pekerjaan dikerjakan bersama-sama akan lebih cepat selesai. Apalagi jika dikerjakan dengan senang hati, maka pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
๐ธ๐ธ๐บ๐บ๐ธ๐ธ๐บ๐บ๐ฑ๐ธ๐ธ๐ฑ๐บ๐บ๐ธ๐ธ๐บ๐บ๐ธ๐ธ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar