Hai hai Mama ketce.. .
Memang ya mam, jadi full mom itu bisa bikin lupa tanggal paling melihat kalender waktu uang bulanan sudah sekarat, seperti sekarang ini sudah mau mulai menghitung mundur berapa lama lagi gen-tong uang ditambah dari paksu 😂😂. Lupa hari juga lho, bagaimana ga lupa ya mam, tiap hari sama aja pekerjaannya, meski weekend dan paksu (pak suami) libur tapi tetap saja pekerjaan rumah masih harus dikerjakan dan terkadang malah lebih padat merayap hihihi.
Hari ini lagi pengen membahas kreatifitas mam, sebenernya mama Mia tu agak-agak suka buat kerajinan tangan. Jadi inget dulu waktu nikah sama papanya anak-anak sampai bikin seserahan (menghias mukena jadi gaun princess, dress jadi bunga dan uang mahar jadi bentuk masjid) bahkan sovenirnya (hiasan dari flanel) juga bikin sendiri lo mam (ini kreatif apa ngirit ya hahaha), entahlah jaman itu rasanya nagih banget bikinnya, padahal efeknya jempol jadi segede gaban (bengkak efek kelamaan pegang gunting).
Nah kalau sekarang ini mama Mia lagi suka bikin mainan dengan bahan dasar Kardus bekas, bikinnya juga ga langsung jadi kok mam, kalo kakak dan adek lagi sweet banget.. bisa tu nyicil bikin siang biar si kakak ikut partisipasi juga, entah bantu pasang lakban, gunting kardus atau bahkan ikut ngacak-ngacak hihihi. Cuma printilan yang agak ribet bikinnya setelah si kakak dan adek tidur. Tau ga mama apa alasan terkuat mama Mia mau bikin ini itu, dari ribet dikit sampe banget, paling seneng ngeliat kakak Aiko bilang “Wow baguse mah, terimakasih Mama” dan melihat matanya jadi bikin mama bersorak hore hore dihati.
Selain itu sebenernya ada sih, lihat dilingkungan mama rata-rata anak kecilnya full mainan, malah ada juga anak dilingkungan rumah yang setiap pulang sekolah si anak selalu beli mainan baru, nah untuk menghindari itu mama dirajin-rajinin bikin mainan buat si kakak. Mama sering browsing mainan DIY, dari cat warna, play dough, pasir kinetik berbahan tepung dan yang terakhir mencoba memanfaatkan sisa parutan kelapa, uang kertas untuk transaksi jual beli dll. Selain bisa memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai dan point nya sebagai kegiatan membersamai si kakak juga. Nah kali ini yang mau mama story’in tentang tutorial “DAPUR KARDUS MINI”, yuks mam disimak ya.
AIKO KITCHEN
Dapur mini dari kardus yang sekarang ini sebenrnya kedua kalinya mama bikin buat kakak Aiko, bikin pertama waktu kakak usia 2tahun, karena si kakak udah tambah besar dan itu dapur juga sudah ga layak (rusak) jadi dibikinlah lagi. Awalnya ga ada niatan buat diceritain di blog jadi pict step by stepnya seadanya ya mam, kalau banyak kekurangan maafkan dan kalau bingung bisa ditanyakan.
Alat yang dibutuhkan
- Kardus apa saja, jika materialnya tebal lebih bagus karena kokoh nantinya
- Cutter, kalau bisa tajam jadi bisa rapi potongannya
- Penggaris, lebih baik penggaris besi
- Pensil
- Lakban
- Gunting
- Lem Tembak bisa diganti dengan lem UHU
- Kalau mama Mia nambah buat variasi dapurmya tapi juga dari bahan sisa di rumah, misal tutup botol air mineral untuk pencetan kompor, plastik mika sisa digunakan untuk kaca oven, sisa plastik mika bolu sebagai bak cuci piring, dan pencetan sabun cair sebagai kran bak cuci piring.
- Perkakas dapur, bisa dari mainan anak yang sudah ada atau bisa juga buat dari material kardus
Cara Membuat Dapur Mini
- Jika ingin lebih rapi nantinya, balik semua kardus dahulu sehingga kardus nantinya yang telihat warna cokelat polos,
- Buat kotak kembali kardus/ rekatkan kembali kardus dengan lakban, agar kokoh saat dibuat pola dan dipotong sesuai perkakas yang akan dibuat,
- Buat Pola kulkas, cuci piring, rak piring, kompor (kalau disini mama bikinnya kompor listrik karena dirasa lebih simpel pembuatannya) dengan menggunakan pensil dan penggaris kemudian potong dengan menggunakan cutter yang tajam agar potongan rapi,
- Rekatkan dengan lem tembak/ lem biasa (saya menggunkana lem tembak karena lebih kokoh dan cepat kering
- Untuk handle pintu kulkas, panci dan pintu meja agar kokoh potongan kardus dilapisi terlebih dahulu dengan lakban emudian
- Untuk handle pintu kulas, laci dan pintu meja menggunakan potongan kardus yang dilapisi lakban hitam agar kokoh yang kemudian direkatkan dengan lem tembak
- Untuk ceklekan (ga tau namanya apa) menggunakan tutup botol bekas agar bisa diputar-putar kompor saya lubangi dan tutup botol direkatkan pada kertas Manila yang saya gulung, dan didalam kardus kompor saya beri penampang untuk meletakan gulungan kertas Manila tadi.
Cara bermain :
- Mengenalkan anak terhadap alat-alat memasak
- Mengajak anak bermain madak-masakan dilanjutkan menghidangkan, mencuci dan merapikan kembali
- Bermain menjadi pedagang masakan melatih ketrampilan anak dalam bicara juga
Manfaatnya Bagi Anak :
- Melatih ketrampilan gerak (motorik kasar)
- Melatih imajinasi anak sehingga tahu bahwa setelah memasak, menghidangkan semua perkakas yang digunakan harus dibersihkan (dicuci)
- Melatih tanggung jawab anak untuk merapikan kembali mainannya ke tempat yang sudah disediakan
- Mengenalkan anak terhadap bahan-bahan masakan
- Melatih ketrampilan dan imajinasi anak anak berdagang, karena si kakak suka sekali mainan jualan jadi seringnya malah kakak menjadi chef dan pedagang sedangkan Mama dan adek menjadi pembeli, karenanya Mama juga buat komputer kasir dan uang-uangan kertas (tidak terfoto) dan juga membuatkan buku menu.
PICT PROSES PEMBUATAN DAPUR KARDUS MINI
Sudah dibaca kan mom, dikunyah-kunyah dulu juga boleh carbutnya (cara buatnya), nah selesai dikunyah bisa tuh mam dieksekusi dapur mininya. Mama Mia bikin yang simpel kok mam, sebenernya sih pengen juga bikin yang besar, rapi dan bagus pastinya, tapi apa daya waktu dan segala pekerjaan rumah sudah pada ngantri minta dieksekusi juga. Oh iya mam sebenernya sudah ada 2 permainan dari kardus yang sudah ready buat mainan si Kakak dan Adek mam, yang bisa di story’in juga namanya city playmat. Tapi setelah ditimbang dan dikaji akhirnya diputuskan untuk tutorialnya next post saja ya mam karena takutnya terlalu panjang, nanti bikin mama ketce yang super duper sibuk males bacanya. Oke..oke..sip..sip..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar