Halaman

Jumat, 10 November 2017

Komunikasi Produktif Day9


Halo Mama Ketce...


Hari ini Mama dan kakak Aiko mulai belajar mengaji, satu hari sebelumnya mama sudah sempat sounding kakak Aiko, memang soundingnya terlalu cepat karena baru bisa ngobrol dengan papa mengenai niatan kakak Aiko untuk mulai ngaji baru dua hari yang lalu, dag dig dug sebenernya karena kakak Aiko jarang berinteraksi dengan orang-orang baru, selama ini hanya memfokuskan bermain dan belajar di rumah saja dulu. Dari bangun pagi sampai siang Aiko selalu memastikan jadwal ngajinya "Mah ini hari Jumat ya?","Hari ini Aiko ngaji ya ma?", "Adek ngaji enggak Ma?", " Aiko kan udah besar, biar Allahnya sayang""Yang ngajarin Aiko namanya siapa Ma?" deelel. Harapannya Mama Aiko bisa mulai belajar ngaji hari ini karena sepertinya antusias, seantusias doi nyari mukena buat ngaji katanya karena ga mau pakai Jilbab.


Saat guru ngajinya sudah datang, Mama mencoba menawarkan Aiko untuk belajar terlebih dahulu, oh ya mengingat usia Aiko yang belum genap 4th yang seharusnya baru masuk pada fase full bermain, Mama minta sama Ustadzahnya agar waktu belajar Aiko dimulai hanya 15menit saja dan kemudian akan dinaikan waktunya melihat enjoynya dia agar tidak terpaksa atau malah menjadi tekanan buat Aiko.

Mama : "Kak, yang ngaji kakak atau Mama dulu sayang"
Kakak : "Mama sek aja" dan berada di dekat meja dengan posisi sedikit pangku di kaki Mama
Mama  : "Mama dulu ya nduk berarti?" selama Mama mengaji, kakak Aiko menjukan antusiasnya, mulai duduk dipangkuan Mama, bertanya setelah Mama siapan yang Ngaji dll
Setelah 90 menit pun berlalu...
Mama : "Mama sudah selesai kak, yuk gantian sama Aiko"
Kakak AIKO mulai geleng-geleng
Mama : Katanya mau disayang sama Allah?
Kakak : "Iya tapi Aiko, engga mau sekarang"
Mama : "Lho anak pinternya Mama, emang kakak kenapa ga mau ngaji sayang?"
Kakak : "Aiko ngajinya ga mau hari ini, besok aja"
Mama : "Kan besok ga ngaji sayang, ngajinya tiap hari Jumat masih minggu depan lagi"
Kakak : "Aiko mau minggu depan aja?"
Mama : "Ya gapapa, berarti ini kakak enggak ya, nati minggu depan aja kakak ngajinya" (kuulangi lagi takut soalnya takut salah  maksud bisa-bisa seharian kakak uring-uringan.
Kakak :  Kakak Aiko menganggukan kepalanya.

Gagal Ngaji kakak malah memilih bermain dagang-dagangan, barang apa saja dimasukan ke dalam kresek dari benda kecil hingga besar. Sebelum mainan Aiko berjanji pada diri sendiri setelah bermain akan mentata kembali kalau tidak kembali dirapikan ga boleh mainan lagi (item mainan yang tidak dirapikan). Dan seperti kemarin, permainan yang dikumpulkan dalam kresek belum di rapikan kembali.

Mama : "Kak, itu mainannya masih dalam kresek?"
Kakak : "Iya Ma, sek ma"
Mama : "Tadi ada yang janji, habis mainan ditata lagi, kenapa ga jadi, apa ga mau mainan lagi?" dengan nada lagu ampar-ampar pisang biar doi happy.
Kakak : "Oh iya mah lupa" sambil ketawa malu-malu, beranjak dari tempat duduk dan merapikan lagi mainannya sedang kresek yang dipakai cuma di lempar di dapur.
Kakak : "Ma ini ma, taraaaaa udah rapikan aiko rawat mainannya kan?" langsung minta peluk
Mama : "Ya, kalo kakak mau ngerapiin kembali berarti kakak pinter karena bisa ngerawat mainan"
Mama : "Lho ada kresek yang dibuang sembarangan di dapur?"
Kakak : "Kan enggak dibuang, tapi nanti dipakai lagi"
Mama : "Emang tempatnya kresek disini ya?" sambil menunjuk kresek yang ada dilantai
Kakak : "Kan aiko cape Ma"
Mama : "Ya, tapi kan harusnya ditaruh lagi ditempatnya"
Kakak : "Kan Mama saja yang taruh"
Mama : "Kalau Mama yang naruh, besok kakak mainan beli-beliannya ga bisa pake kresek dong"
Kakak : "Kenapa Ma?"
Mama : "Kan lama-lama kreseknya habis karena dibuang sembarangan terus"
Kakak : Berjalan memungut kresek yang ada di lantai "Tu mah udah, Aiko bisa mainan lagi jual-jualannya, kan ada kreseknya".
Mama : "Iya sayang, kan kalau habis dipakai terus dirapiin lagi berarti kan anak pinter"

Merapikan lagi mainan setelah digunakan, membuang sampah pada tempatnya dll yang setiap hari dilakukan, sebenarnya sudah menjadi rutinitas Aiko. Tapi memang butuh konsisten dan sikap itu seharusnya tidak hanya dimiliki Aiko (anak) tapi terlebih pada orang tuanya, karena anak selalu menjadikan orang tua sebagai role model, mereka akan melakukan imitasi dan modeling sikap yang ditunjukan orang tua pada dirinya.







#day9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#KomunikasiProduktif
#kuliahbunsayiip



Tidak ada komentar:

Posting Komentar